Archives

Powered by CMS Forex
free counters

HOME

Apakah anda merindukan untuk dapat memperoleh penghasilan tambahan/sampingan? apakah anda merindukan untuk dapat bekerja dari rumah sehingga anda dapat lebih banyak menghabiskan waktu anda bersama keluarga, istri, maupun anak anak anda daripada waktu yang anda habiskan di kantor? Apakah anda merasa bosan menjalani rutinitas anda sehari hari dengan harus bangun pagi pagi dan terjebak kemacetan di saat berangkat ke kantor? Apalagi jika penghasilan yang anda peroleh hanya cukup dan pas pas an untuk menutupi kebutuhan anda dan keluarga setiap bulan tanpa bisa menyisihkan sebagian untuk di investasikan atau dijadikan modal untuk memulai suatu  usaha/bisnis. Apakah anda ingin mendapatkan penghasilan tambahan selagi anda bekerja di kantor atau sedang mengerjakan bisnis anda yang lainnya? Apakah anda ingin memiliki meja kerja seperti di bawah ini dimana anda bisa bekerja hanya dengan berada di rumah atau bahkan meja kerja anda tersebut hanya berjarak 2 meter dari tempat tidur anda?

my trading desk

Semua orang pasti menjawab “YA”, namun tidak semua orang tahu bagaimana cara nya, dan walaupun tahu, tidak semua orang berani untuk memulainya atau bahkan tidak  mau mencari tahu dan belajar untuk mengetahui bagaimana cara memulainya. (Untuk tipe orang yg saya sebutkan terakhir, yaitu orang yang tidak mau mencari tahu, tidak mau tahu dan tidak mau belajar, sebaiknya tidak perlu membuang waktu untuk membaca lebih lanjut karena apa yang akan saya utarakan ini hanya lah sebuah kesia siaan bagi mereka karena orang2 seperti itu merupakan orang yang tidak memiliki harapan dan mimpi (Dream) yang ingin diraihnya di masa depan.

Tidak peduli apa profesi anda, pekerjaan anda maupun status anda. Apakah anda seorang Pengusaha, Pejabat, Pensiunan, Ibu Rumah Tangga, PNS, Pegawai, Karyawan, Direktur, Komisaris, Salesman, Mahasiswa, Profesional, Dokter, Pengacara, Akuntan, Dosen, Guru, Arsitek, Desainer, Freelance, maupun Pengangguran sekalipun. Karena Peluang untuk berhasil di bidang ini, tidak melihat siapa anda dari status sosial maupun modal yang anda miliki. Tetapi yang menentukan sukses atau tidaknya anda adalah Kemauan anda untuk Belajar dan Bertindak. Cukup Simple bukan? Bahkan tidak mustahil apabila investasi/bisnis ini  yang tadinya hanya memberikan penghasilan sampingan/ tambahan bagi anda, nanti nya akan menjadi penghasilan pokok/utama anda.

Kenapa mesti berinvestasi..?

Setiap orang perlu berinvestasi untuk meningkatkan kemakmuran. Suatu hal yang yang mudah dilaksanakan. Investasi juga bukan untuk orang yang berdompet tebal saja, tetapi asalkan mempunyai kelebihan pendapatan setelah menutupi kebutuhan sehari-hari anda sudah layak menjadi kandidat orang yang berinvestasi atau nama kerennya investor. Semoga dasar-dasar investasi berikut bisa membantu anda menuju kemakmuran secara finansial.

Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau aset di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.

uang dolar kasih uang intro

Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif. Dengan berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya di masa produktif dan meng-investasikannya untuk masa dimana sudah kurang produktif.

Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu membuka deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan lain-lain. Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:
Investasi Riil yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.

Investasi Finansial yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.

Investasi sangat penting bagi kita demi kepentingan masa depan dimana jika kita sudah memasuki usia non produktif maka kita dapat menikmati hasil investasi yang sudah kita tanam bahkan memungkinkan kita untuk memasuki quadrant finansial freedom. Seorang pakar International Investasi Robert Kiyosaki dalam bukunya “CASHFLOW Quadrant”, menggambarkan ada empat kuadran yang mungkin menjadi sumber penghasilan seseorang

Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili: CASHFLOW Quadrant mewakili berbagai metode yang berlainan untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Sebagai contoh, seorang “E” mendapat uang dengan bekerja untuk orang lain atau perusahaan. Orang-orang “S” mendapat uang dengan bekerja untuk diri sendiri. Seorang “B” memiliki usaha yang menghasilkan uang, dan “I” mendapatkan uangnya dari berbagai investasi mereka – dengan kata lain, uang menghasilkan uang yang lebih banyak.

Seorang “E” (pegawai) bisa merupakan presiden direktur perusahaan atau tukang sapu perusahaan. Yang terpenting bukanlah apa yang mereka lakukan, tapi perjanjian mengikat yang mereka miliki dengan orang atau organisasi yang mempekerjakan mereka.

Dalam kelompok “S” (pekerja lepas) kita menemukan “profesional” berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti misalnya dokter, pengacara, dan akuntan. Juga dalam kelompok ini terdapat orang-orang yang mengambil jalur pendidikan di luar, atau di samping, aliran tradisional. Kelompok ini meliputi wiraniaga dan pemilik bisnis kecil seperti pemilik toko eceran, pemilik restoran, kontraktor, konsultan, ahli terapi, agen perjalanan, montir mobil, tukang ledeng, tukang kayu, tukang listrik, penata rambut, dan artis.

Seorang “B” nyaris merupakan lawan dari “S.” Mereka senang mengitari diri mereka dengan orang-orang pandai dari keempat kategori. Tidak seperti “S” yang tak suka mendelegasikan pekerjaan (karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik), seorang “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan.

Perbedaan utama antara “S” dan “B” adalah, seorang “S” memiliki sebuah pekerjaan sedangkan seorang “B” memiliki sebuah sistem dan kemudian menyewa orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan sistem itu. Atau dengan cara lain bisa dikatakan, dalam banyak kasus “S” adalah sistemnya. Itu sebabnya mereka tidak bisa pergi meninggalkan bisnisnya untuk waktu yang lama.

Sebaliknya, mereka yang merupakan “B” sejati bisa meninggalkan usaha mereka selama satu tahun atau lebih, dan pada saat kembali menemukan bisnis mereka lebih menguntungkan serta berjalan lebih baik dibanding ketika mereka tinggalkan. Dalam bisnis jenis “S” murni, jika sang “S” pergi selama satu tahun atau lebih, kemungkinan besar takkan ada bisnis yang tersisa ketika mereka kembali.

Pemilik bisnis “B” bisa berlibur selamanya karena mereka memiliki sebuah sistem, bukan sebuah pekerjaan. Jika “B” sedang berlibur, uangnya masih mengalir masuk. Sangat banyak orang yang bisa membuat burger lebih enak dari McDonald’s, tapi hanya McDonald’s yang mempunyai sistem yang telah menyajikan miliaran burger. Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat. Ia membeli produk orang lain dan membangun sistem global yang canggih di sekitarnya.

“I” (investor) membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Di kuadran manapun orang menghasilkan uang, jika berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”. Di dalam kuadran “I” inilah uang diubah menjadi kekayaan.

Itulah CASHFLOW Quadrant, yang sebenarnya hanya memaparkan perbedaan tentang cara memproleh penghasilan, entah itu sebagai “E” (pegawai), “S” (pekerja lepas), “B” (pemilik usaha), atau “I” (penanam modal).

Perbedaan pokok keempat kuadran itu terangkum di bawah ini:

E : Anda adalah pegawai yang bekerja untuk orang lain atau perusahaan.S : Anda memiliki pekerjaan dan Anda terikat dengan pekerjaan itu.B : Anda memiliki sistem dan orang lain bekerja untuk Anda.I : Uang bekerja untuk Anda.

 

 

 

Sebagian besar dari kita pernah mendengar bahwa rahasia memperoleh kekayaan besar adalah:

 

 

1. OPT – Other People’s Time (Waktu Orang Lain). 2. OPM – Other People’s Money (Uang Orang Lain).

 

OPT dan OPM ditemukan di sisi kanan Quadrant. Kebanyakan orang yang bekerja di sisi kiri Quadrant adalah OP (Other People) yang waktu dan uangnya dipergunakan oleh mereka yang berada di sisi kanan Quadrant. Di sisi kiri, para “E” dan “S” mungkin memiliki keamanan pekerjaan. Tapi, hanya dengan menjadi “B” atau “I” di sisi kanan Quadrant-lah Anda akan meraih kemanan dan kemudian kebebasan finansial.

Dengan memilih bisnis jenis “B”, bukannya bisnis jenis “S”, Anda akan memperoleh keuntungan jangka panjang menggunakan “waktu orang lain”. Salah satu kelemahan menjadi “S” yang berhasil adalah: keberhasilan itu berarti harus bekerja lebih keras. Dengan kata lain, pekerjaan yang bagus menghasilkan kerja yang lebih keras dan jam kerja yang lebih panjang.

Dalam merancang bisnis di sisi kanan Quadrant, sukses berarti meningkatkan sistem dan melibatkan lebih banyak orang. Dengan kata lain, kita bekerja lebih sedikit, menghasilkan uang lebih banyak, dan menikmati lebih banyak waktu luang. Di seluruh Quadrant dibutuhkan kecerdasan finansial. Jika ingin beroperasi di sisi kanan Quadrant, yaitu sisi “B” dan “I”, Anda harus lebih pandai daripada jika memilih diam di sisi kiri Quadrant sebagai “E” dan “S”. Untuk menjadi “B” atau “I”, Anda harus bisa mengendalikan ke arah mana cash flow Anda mengalir. Jadi, yang penting bukanlah terutama tentang berapa banyak uang yang Anda hasilkan, tapi lebih mengenai berapa banyak uang yang Anda simpan, seberapa keras uang itu bekerja untuk Anda, dan berapa banyak generasi yang bisa Anda hidupi dengan uang itu. Itulah yang disebut kecerdasan finansial.

Beberapa tahun lalu, sebuah artikel menuliskan bahwa sebagian besar orang kaya menerima 70% penghasilan mereka dari investasi, atau dari kuadran “I”, dan kurang dari 30%-nya dari gaji, atau dari kuadran “E”. Dan jika bekerja sebagai “E”, maka kemungkinan besar mereka adalah pegawai perusahaan mereka sendiri. Bagi kebanyakan orang lain, yaitu golongan miskin dan kelas menengah, setidaknya 80% penghasilan mereka berasal dari gaji di kuadran “E” atau “S” dan kurang dari 20% berasal dari investasi, atau dari kuadran “I”.

Banyak orang percaya bahwa hanya dengan menghasilkan lebih banyak uang, masalah finansial mereka akan selesai. Tapi, dalam banyak kasus, hal ini malah hanya menimbulkan masalah keuangan yang lebih besar. Alasan utama orang mempunyai masalah keuangan adalah karena mereka tidak pernah mendapat pelajaran tentang pengelolaan cash flow. Tanpa latihan ini mereka akhirnya mendapat masalah keuangan, lalu mereka bekerja lebih keras dengan keyakinan bahwa lebih banyak uang akan memecahkan masalah mereka.

Bagi Anda yang ingin berhasil di Era Informasi, semakin cepat mulai mengembangkan kecerdasan finansial serta emosional untuk berpikir dalam pola ini, semakin cepat Anda akan merasa lebih aman secara finansial dan menemukan kebebasan finansial. Dalam dunia di mana terdapat semakin sedikit keamanan pekerjaan, pola cash flow ini terasa lebih masuk akal. Dan untuk mencapai pola ini Anda perlu melihat dunia dari sisi “B” dan “I”, tidak hanya dari kuadran “E” dan “S” saja. Di Era Informasi, gagasan kerja keras tidak mempunya arti yang sama dengan Era Agraria dan Era Industri. Di Era Informasi, orang yang bekerja fisik paling keras akan dibayar paling sedikit. Jadi, ungkapan “pakai otak, jangan pakai otot” maksudnya bukan memakai otak di kuadran “E” dan “S”. Yang dimaksud adalah memakai otak di kuadran “B” dan “I”. Itulah pola berpikir Era Informasi, yang membuat kecerdasan finansial dan emosional sangat penting saat ini seperti halnya di masa depan, dan mengharuskan kita agar belajar lebih banyak tentang investasi karena hanya bidang investasilah yang bisa membuat kita berada pada posisi kebebasan finansial.

Yang Harus Anda Lakukan Sebelum Berinvestasi

1. Pastikan semua hutang terbayar, sebab hutang akan cepat berlipat ganda akibat efek akumulasi dan melilit kantung anda.

2. Pastikan anda terproteksi dengan asuransi. Asuransi sangat penting untuk melindungi anda dan keluarga dari peristiwa tidak terduga yang bisa menghancurkan rencana keuangan, seperti biaya pengobatan, kematian sang pencari nafkah. Investasi yang direncanakan bisa berantakan akibat peristiwa yang tidak diinginkan.

3. Siapkan dana taktis untuk keperluan mendadak.

4. Jangan lupa sisihkan dulu buat pengeluaran rutin bulanan seperti buat makanan, transportasi, pendidikan dll.

Semakin besar dana yang anda sisihkan untuk investasi semakin baik, dengan target sekitar 10% dari pedapatan. Besar atau kecil prosentase tidak jadi masalah asalkan anda bisa berinvestasi secara rutin. Anda bisa fleksible untuk hal ini, yang penting jangan sampai investasi menyebabkan anda menghentikan kegiatan yang anda sukai seperti nonton di bioskop, atau ngajak pacar makan malam. Letakkan diri anda diatas investasi. Dan jadikan investasi aktivitas yang menyenangkan!

Sarana Tabungan Jangka Pendek

· Jasa Giro. Jasa giro merupakan produk perbankan yang memberikan bunga terendah, berkisar sekitar 3-4% p.a. Biasanya dipakai perusahaan untuk mempermudah transaksi pembayaran.

· Tabungan. Tabungan layanan perbankan yang memberikan bunga diatas jasa giro, dan bisa diambil setiap saat.

· Deposito. Deposito bunganya lebih tinggi tabungan, akan tetapi mesti disimpan untuk jangka waktu tertentu. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo biasanya dikenakan pinalti.

· Reksadana Pasar Uang. Reksadana Pasar Uang yaitu reksadana yang berinvestasi pada pasar uang seperti Deposito, SBI dan obligasi jangka pendek. Biasanya tingkat pengembalian reksadana pasar uang lebih tinggi dari jasa giro tapi lebih rendah dari Deposito, akan tetapi bisa dicairkan setiap saat.

Sarana Investasi Jangka Panjang

· Obligasi. Obligasi kadang-kadang disebut sekuritas pendapatan tetap karena memberikan pendapatan yang ‘tetap’ sebagai mana diatur ketika obligasi tersebt dikeluarkan. Obligasi banyak jenisnya dan akan dibahas lebih mendalam pada bagian Obligasi. Obligasi mirip dengan deposito cuma saja dikelurkan oleh pemerintah atau perusahaan.

· Saham. Saham merupakan cara lain untuk memiliki bagian dari suatu unit usaha. Sebuah saham mewakili proporsi kepemillikan tertentu pada suatu perusahaan. Nilai pasar suatu saham naik dan turun mengikuti perubahan nilai perusahaan tersebut.

· Reksadana. Pada reksadana, investor mengumpulkan uang untuk dikelola oleh manajer investasi , yang akan memutuskan untuk membeli saham, obligasi dan instrument lain yang dianggap layak dan memberikan tingkat pengembalian terbaik dengan resiko tertentu. Reksadana akan dibahas lebih

lanjut pada bagian Reksadana.

Kesalahan umum yang mesti dihindari…

1. Tidak melakukan apa-apa. Memang tidak ada jaminan bahwa pasar akan naik setelah anda mulai berinvestasi. Tapi yang pasti , tanpa melakukan apa-apa dijamin anda tidak akan mendapatkan masa pensiun yang menyenangkan.

2. Telat memulai. Telat mulai merupakan dosa kedua dalam berinvestasi. Semakin awal anda mulai, semakin baik masa depan anda. Hal ini bisa dibuktikan melalui tabel pada sulap akumulasi

3. Berinvestasi Sebelum Melunasi Tagihan Kartu Kredit. Investasi anda jadi tidak berarti jika pendapatan anda terus digerogoti bunga kartu kredit. Bunga tagihan kartu kredit luar biasa mahalnya, berkisar antara 24-36% p.a. Bayar dulu tagihan kartu kredit anda baru berinvestasi !

4. Investasi untuk Jangka Pendek. Sisihkan dana jangka pendek saja untuk instrumen jangka pendek. Untuk investasi di pasar modal, pastikan dana ini tidak akan anda butuhkan setidaknya 3-5 tahun ke depan

5. Cari aman. Kalau anda masih sangat muda, mayoritas investasi harus di pasar modal. Karena punya waktu yang sangat panjang, investor muda punya kesempatan untuk memanfaatkan setiap koreksi tajam di pasar dan mengambil keuntungan untuk jangka panjang. Walau sejalan dengan umur anda mungkin butuh obligasi yang memberikan pendapatan yang tetap. Saham mesti mendapat porsi mayoritas.

6. Terlalu berspekulasi. Tidak setiap instrument investasi cocok untuk setiap orang. Anda akan coba cari jenis investasi yang cocok dengan profil psikologis investasi anda . Walaupun anda seorang yang super berani, tidak sepatutnya menempatkan semua uang pada satu saham yang sangat spekulatif.

7. Terlalu sering bertransaksi. Investor yang terlalu suka trading sering terjebak dengan psikologis pasar sehingga menjual ketika harga rendah dan beli ketika harga tinggi. Selain akan menambah biaya investasi, investor yang suka trading cenderung untuk kehilangan potensi keuntungan jangka panjang.

Proses Investasi

Tanpa sadar sebenarnya setiap orang telah melakukan investasi. Anak kecil berinvestasi mengorbankan waktu mainnya untuk belajar agar pintar, seorang ibu berinvestasi dengn mendidik anak agar jadi orang yang berguna. Semua orang melakukan investasi. Setiap anda mengorbankan sesuatu yang anda miliki sekarang dengan harapan memperoleh yang lebih baik dimasa mendatang, anda telah berinvestasi. Anda berinvestasi pada saham, obligasi dan reksadana karena mengharapkan kenaikan nilainya dimasa mendatang.

Time Value of Money (Nilai uang menurut waktu)

Nilai uang berubah tergantung pada waktu dimana anda memiliki control atas uang tsb. dan menginvestasikannya. Waktu merupakan elemen penting dalam menentukan nilai uang. Kalau seseorang berhutang Rp. 100,000, apakah anda ingin dilunasi hari ini atau satu tahun lagi..? Jawabannya pasti hari ini ! Sebab ‘daya beli’ Rp. 100,000 sekarang akan berbeda dengan satu tahun kemudian. Perubahan ini terjadi karena inflasi. Inflasi merupakan istilah ekonomi untuk kenaikan hargaharga secara menyeluruh. Misalkan angka inflasi rata-rata 5%, berarti nilai barang rata-rata naik sebanyak 5%, sehingga ‘daya beli’ atau nilai uang Rp. 100,000 sekarang akan berkurang 5% menjadi Rp. 95,000 satu tahun berikutnya. Dan apabila anda memperoleh uang tadi sekarang, dan diinvestasikan pada deposito dengan bunga 10%, maka satu tahun kemudian Rp. 100,000 akan menjadi Rp. 110,000.

Real Return (Tingkat pengembalian riil)

Kalau investasi anda tumbuh 10% dalam satu tahun, bukan berarti nilai uang anda juga tumbuh 10%. Pertama hasil investasi tersebut harus dikurangi pajak dahulu. Misalkan setelah dikurangi pajak masih bersisa sekitar 8%, hasil tersebut masih tergerus oleh berkurangnya daya beli akibat inflasi, jika inflasi untuk tahun tersebut sekitar 5% maka real return (tingkat pengembalian riil) adalah 3%.

Investasi vs Spekulasi

Mungkin masih banyak yang bingung membedakan investasi dan spekulasi. Benar, keduanya sama-sama memiliki resiko, tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Tapi bagaimana membedakan antara investasi dan spekulasi..? Ketika berinvestasi anda menempatkan sebagian simpanan pada instrument yang mengandung resiko untuk mengharapkan apresiasi nilai dalam jangka panjang.

dapat uang penukaran uang personal money funds

Sementara ketika spekulasi menjanjikan keuntungan dalam jangka pendek yang sangat jarang menjadi kenyataan dan tidak pernah memberikan manfaat dalam jangka panjang. Jika anda secara tidak sengaja mendegar percakapan bahwa saham A akan ‘terbang’ dalam jangka pendek, lalu keesokan harinya membeli saham tsb. lewat broker, anda telah berspekulasi (berjudi) Apa yang anda ketahui tentang A, apa yang mereka jual? berapa angka penjualannya? berapa keuntunganya? apakah anda kenal dengan kompetitor A?

Banyak hal yang mesti anda tanyakan tetang A, sebelum merelakan uang yang anda peroleh dengan susah payah pada sebuah saham. Sederhananya menurut kami anda berspekulasi (berjudi) jika merelakan uang anda pada suatu hal yang anda tidak mengerti. Dan ingat, untuk setiap uang yang anda spekulasi dan hilangkan, tidak akan pernah ada manfstrongaat yang akan anda terima dimasa mendatang.

Perencanaan dan Menetapkan Tujuan

Agar sukses setiap pekerjaan memerlukan rencana dan sasaran yang jelas. Begitu juga berinvestasi .

Sebelum terjun lebih jauh banyak hal yang mesti anda pertanyakan a.l

· Apa tujuan investasi…?

· Berapa lama jangka waktu investasi …?

· Berapa jumlah uang yang dikumpulkan..?

Setelah mendapatkan gambaran kasar tentang jumlah yang ingin anda peroleh dan jangka waktu investasi baru anda merencanakan instrument investasi yang akan dipakai untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang direncanakan.

Menentukan Gaya Investasi

Jika Tsun Tzu berkata ‘sebelum mengalahkan musuh, kenali dulu diri anda’ . Maka kami berkata, sebelum berinvestasi kenali gaya investasi anda. Ya..benar.. ! kenali gaya investasi anda sebelum mencapai tujuan investasi. Ada dua hal yang mesti anda ketahui untuk mengetahui gaya investasi anda, pertama: toleransi terhadap resiko, kedua; waktu yang anda dedikasikan untuk investasi.

Resiko. Seberapa nyaman anda mengetahui bahwa investasi anda berubah setiap saat, kadang kearah yang anda tidak sukai? Anda mesti mempertimbangkan seberapa nyaman anda melihat investasi turun 50, 60, 70 hingga 80% dalam jangka pendek sambil menunggu apresiasi jangka panjang.

Ada berbagai tingkatan resiko, mulai dari obligasi pemerintah yang sering anggap sebagai investasi bebas resiko (risk-free investment) karena dijamin pemerintah hingga komoditi dan option dimana anda bisa kehilangan semua uang yang anda miliki. Obligasi pemerintah dan deposito dijamin oleh pemerintah. Akan tetapi untuk investasi saham tidak ada jaminan investasi anda akan berjalan mulus, atau tidak ada jaminan anda akan mendapatkan uang. Akan tetapi jika anda memilih bisnis yang tepat, pada harga yang tepat dan memegang untuk jangka panjang, keberuntungan akan berpihak pada anda.

Waktu. Faktor utama tentang waktu adalah: kapan anda memerlukan uang tsb kembali? Kapan anda membutuhkan uang tsb akan sangat menentukan pilihan investasi. Saham mungkin menjanjikan untuk jangka panjang, akan tetapi dalam jangka pendek fluktuasi harga bisa sangat mengerikan.

 

MENGENAL PASAR MODAL

Banyak dari kita masih sangat awam dengan pasar modal…tapi nggak usah minder duluan …sebab wajar pasar modal belum banyak dikenal oleh masyarakat luas karena perkembangannya yang masih sangat dini. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti di lakukan oleh segenap insan pasar modal Indonesia sebelum memasyarakatkan pasar modal dan menjadikan pasar modal sebagai alternatif utama investasi lainnya, seperti yang telah berkembang di negara maju AS.

IDX investors bei

Secara makro, laju inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat suku bunga, dan nilai tukar mata uang lokal terhadap asing merupakan beberapa indikator yang digunakan untuk menilai perekonomian suatu negara. Sementara secara mikro indikator yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan a.l : penjualan bersih, laba bersih, dan kemampuan perusahaan membayar hutang dalam jangka pendek adalah beberapa. Perusahaan dapat disebut sebagai salah satu pelaku ekonomi selain pemerintah, dimana perkembangannya sangat menentukan perekonomian suatu negara. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana melihat perusahaan-perusahaan di suatu negara yang mempengaruhi perekonomian di negara tersebut?

Jawabannya adalah Pasar Modal.

Pasar Modal merupakan representasi yang tepat untuk menilai kondisi perusahaan-perusahaan di suatu negara karena hampir semua industri terwakili didalamnya. Oleh karena itu perkembangan perkonomian suatu negara terkadang diukur dari perkembangan pasar modal di negara tersebut. Pasar modal dapat dikatakan sebagai pintu pertama untuk melihat industri-industri yang ada dalam suatu negara.

Dari penjelasan di atas kemudian muncul pertanyaan baru seperti; apa itu pasar modal, bagaimana mekanisme yang terjadi di pasar modal, dan instrumen-instrumen apa saja yang diperdagangkan di pasar modal khususnya pasar modal Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, maka wacana-wacana berikut ini akan mendiskripsikan hal-hal penting mengenai pasar modal khususnya pasar modal Indonesia.

Pasar modal atau capital market merupakan sebuah aktivitas sebagaimana pasar pada umumnya. Hanya saja dalam pasar modal aktivitas pertemuan antara para pemilik modal dan pihak yang membutuhkan modal, dengan perantaraan broker atau pialang efek. Pemilik modal adalah mereka atau pihak yang memiliki modal atau yang lazim disebut sebagian investor, sedangkan yang membutuhkan modal adalah perusahaan atau pihak yang akan menjual saham, obligasi atau instrumen pasar modal lainnya.

Instrumen-instrumen keuangan yang diperjualbelikan di pasar modal seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put atau call). Karena pasar modal merupakan sebuah pasar dari instrumen keuangan jangka panjang, memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian suatu negara. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer/emiten).

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar modal di Indonesia boleh dikatakan telah memiliki umur yang cukup panjang dan mungkin tidak banyak orang tahu kalau Pasar Modal Indonesia adalah yang tertua di Asia Tenggara, sedangkan untuk Asia adalah yang keempat setelah Bombay (1830), Hongkong (1871) dan Tokyo (1871). Dari segi prestasi, paling tidak majalh TIME pada tahun 1991 pernah menurunkan tajuk yg memuat tiga Pasar Modal negara berkembang yang dinilai paling dinamis di dunia. Salah satunya adalah Pasar Modal Indonesia yang disebut sebagai The Fastest Growing Capital Market in Asia. Setelah itu beberapa kali mencatatkan diri sebagai salah satu Pasar Modal dengan profitabilitas tertinggi. Tidak heran jika pasar Indonesia menjadi incaran banyak pemilik modal besar termasuk di dalamnya Hedge Fund.

Sejarah Pasar Modal Indonesia mencatatkan kegiatan jual beli efek telah dimulai sejak awal abad ke-19, saat Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda. Bursa efek dibuka untuk menampung aktivitas perdagangan yang makin hari makin dinamis, antara lain di Batavia dan kemudian disusul dengan pembukaan bursa di Semarang dan Surabaya. Efek yang diperdagangkan di bursa saat itu, antara lain:

saham dan obligasi perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda, serta efek perusahan Belanda lainnya. Menyusul pecahnya Perang Dunia II yang mengakibatkan suhu politik di Eropa memanas, pemerintah Belada memutuskan penghentian kegiatan efek di Indonesia ditandai dengan ditutupnya tiga bursa yang ada. Praktis, aktivitas pasar modal terhenti mulai saat itu.

Kembali aktifnya pasar modal Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya obligasi pemerintah Indonesia tahun 1950. Efek yang diperdagangkan masih berupa saham dan obligasi yang diperdagangkan sebelum Perang Dunia II dan para pelaku pasar pun sebagian besar adalah warga Belanda, baik perorangan maupun badan hukum. Perdagangan aktif bursa hanya berlangsung sementara karena hubungan memburuk Indonesia-Belanda, terutama disebabkan oleh sengketa menyangkut Irian Jaya. Para pelaku pasar mulai meninggalkan bursa Indonesia yang saat itu memiliki country risk yang cukup tinggi.

Perkembangan pasar modal di Indonesia periode 1977-1987 sempat mengalami kelesuan karena para pelaku pasar masih menganggap persyaratan untuk emisi saham dan obligasi terlalu kuat dan adanya batasan fluktuasi saham, walaupun saat itu pemerintah sudah memberikan kemudahan berupa fasilitas perpajakan yang berusaha merangsang minat masyarakat untuk berperan di pasar modal. Untuk menanggulangi kelesuan itu, pemerintah menanggapinya dengan mengeluarkan beberapa paket kebijakan.

Berturut-turut paket kebijakan itu adalah Paket Kebijakan Desember 1987, Paket Kebijakan Oktober 1988, dan Paket Kebijakan Desember 1988. Paket Kebijakan Desember 1987 (Pakdes 1987) menyederhanakan syarat-syarat emisi saham dan obligasi serta mencabut batasan fluktuasi saham sehingga diharapkan pelaku pasar dengan mudah bisa masuk ke bursa dan bermain dengan kesempatan mendapat keuntungan tak terbatas. Selanjutnya pada Pakto 88, pemerintah mengatur 3L (Legal, Lending, Limit) untuk sektor perbankan sehingga ada perlakuan yang sama antara pasar modal dengan sektor perbankan. Dorongan lebih jauh yang diberikan untuk pasar modal semakin terlihat melalui Pakdes 88 yang membuka peluang sebesar-besarnya bagi swasta untuk masuk ke bursa. Ditandai dengan Pakdes 88 inilah, dunia pasar modal Indonesia mulai aktif hingga sekarang.

Dari indikator perkembangan Pasar Modal Indonesia, dapat dilihat bahwa dari waktu ke waktu kapitalisasi dan jumlah emiten menunjukkan perkembangan dengan tren yang cukup pesat. Dari nilai hanya US$ 253 juta di tahun 1988 menjadi US$ 128 miliar pada akhir tahun 2006, dengan jumlah emiten yang hanya 24 sampai menjadi lebih dari 15 kali lipatnya (350). Pertumbuhan yang cepat tersebut telah memicu peringkat relatif Indonesia ke tingkat yang semakin tinggi dalam kancah konstelasi Pasar Modal dunia.

Jika anda memiliki pertanyaan, Silahkan simak halaman FAQ. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi saya melalui halaman Hubungi Saya atau mengirimkan  email ke info@investasi-saham.com

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Sekolah Internet Indonesia

Rahasia Flip Klik Disini

Panduan Rahasia Dropshipping

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.