Archives

Powered by CMS Forex
free counters

Pentingnya Sosialisasi Investasi di Pasar Modal / Bursa Efek Indonesia

Siapa yang tak ingin menjadi kaya raya? Tentu semua orang ingin kaya walaupun tidak sampai menjadi kaya raya. Walaupun ada istilah “Uang Bukanlah Segalanya, Namun Untuk Hidup Kita tetap Butuh Uang”. Kita tidak bisa merasa naïf untuk hal yang satu ini. Bayangkan jika kita jatuh sakit atau orang orang terdekat kita sakit atau kena musibah, lagi lagi kita membutuhkan uang untuk biaya berobat bukan? Lalu bagaimana agar bisa menjadi kaya raya ? Apakah dengan menjadi PNS dan alih alih menjadi abdi Negara yang bekerja demi Negara tetapi malah memanfaatkan posisi dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi dimana mana ? Atau untuk mendapatkan jabatan atau pekerjaan sebagai PNS, rela membayar dan menyogok sampai ratusan juta rupiah dan berharap setelah pekerjaan diperoleh, berapa lama modal uang sogokan itu akan kembali. Berharap pada gaji buta saja? Berapa tahun uang sogokannya akan balik modal? Maaf,bukan bermaksud merendahkan atau menjelek jelekkan pekerjaan dan profesi tertentu. Malah saya sangat menghormati dan menghargai para abdi Negara yang memang bekerja dan berdedikasi kepada pekerjaan mereka untuk mengabdi pada Negara, atau kepada pegawai maupun para orang orang yang bekerja secara professional dan bertanggung jawab serta jauh dari praktek praktek illegal dan haram hukum nya. Tidak salah untuk menjadi kaya. Namun yang jadi masalah, tempuhlah cara yang benar dan halal untuk memperolehnya. Bukankah hal itu lebih membanggakan dan anda juga tidak akan selalu dihantui rasa cemas dan rasa bersalah?

Anda tentu ingin tahu salah satu cara yang legal dan halal untuk memperoleh kekayaan yang diidam idamkan? Salah satunya dengan memanfaatkan pasar modal yang tentunya perlu berkiprah di Bursa Efek yang ada. Kalau di Indonesia sudah bisa dipastikan adalah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sayangnya, di Indonesia ini pasar modal dapat dikatakan belum sepenuhnya sebagaimana pasar adanya yang dikunjungi banyak orang. Jadi tidak mungkin akan banyak orang yang menjadi kaya alias sejahtera karena memang belum bermain di Pasar Modal. Mengapa mal-mal atau plaza-plaza begitu digandrungi untuk dikunjungi? Sementara Pasar Modal dapat dikatakan hanya didatangi segelintir pemodal saja.

Boro-boro bisa kaya dari pasar modal. Ditanya Bursa Efek itu apa? Mungkin jawabannya tidak tahu. Apalagi yang namanya lika-liku bermain saham di lantai Bursa. Dapat dipastikan ini karena minimnya sosialisasi yang telah dilakukan BEI hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Memang telah banyak yang dilakukan. Namun menjadi pertanyaan sejauhmana efektivitas sosialisasi yang telah dilakukan. Bisa jadi sosialisasi apa yang telah dilakukan tidak tepat sasaran atau tidak menyentuh nurani bahwa pasar modal itu sangat dibutuhkan oleh setiap orang.

Pasar modal Modal di China saat ini bisa berkembang pesat itu karena aktif keterlibatan masyarakatnya. Pasar modal China berkembang dengan kinerja tinggi. Tingginya keterlibatan masyarakat dalam pasar modal China memberikan kontribusi peningkatan ekonomi sektor riil. Hasilnya, melalui efek berantai (multiplier effect) ini yang dilakukan sejumlah besar individu dan institusi yang memperoleh benefit dari transaksi di bursa. Berkembangnya pesatnya pasar modal China terjadi karena banyaknya jumlah investor, baik institusi maupun individu. Perkembangan jumlah investor distimulasi oleh meningkatnya harga sekuritas yang memberi harapan kenaikan tingkat hasil yang dapat diharapkan. Menariknya terdapat sekitar 95 juta rekening yang terlibat dalam aktivitas pasar modal Shanghai dan Shenzen. Lebih dari 30 juta di antaranya milik investor individu. Angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan hanya sekitar 40 persen dari 1,3 miliar total penduduk yang tinggal di perkotaan dan mempunyai akses ke pasar modal.

Pasar modal China dikembangkan dengan konsep dinamis agar dapat menyerap berbagai kepentingan ekonomi. Pasar modal China mengizinkan emiten menerbitkan sekuritas dalam mata uang berbeda, yaitu yuan China, dollar AS, dan dollar Hongkong. Transaksi harian di pasar modal China cukup tinggi Dan sudah jadi pilihan investasi bagi masyarakatnya. Patokan (benchmark) yang dapat diambil dari perkembangan pasar modal China adalah adanya strategi terintegrasi yang melibatkan berbagai bidang pemerintahan, akses ke pasar modal yang mudah dan luas, juga pendidikan pasar modal yang mencakup banyak lapisan masyarakat di kedua sisi, permintaan dan penawaran yang diharapkan mendukung pertumbuhan sektor riil.

Alhasil, dari majunya pasar modal China tentu berpengaruh dengan tingkat kehidupan masyarakatnya. Industri sektor riil berjalan begitu pesat, ekspor terus melambung. Orang-orang kaya baru cukup banyak dijumpai. Itu dapat dilihat dari wisatawan China yang datang ke belahan dunia lain untuk menikmati hasil yang dicapainya.

Lalu bagaimana dengan pasar Indonesia? Pasar modal Indonesia dapat diharapkan menjadi katalisator dan memberi kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi sektor riil. Namun, pasar modal tidak dapat berdiri sendiri sebagai pasar yang eksklusif dalam suatu sistem perekonomian. Pasar modal membutuhkan lingkungan yang mendukung karena merupakan bagian yang terintegrasi dari seluruh pasar dalam perekonomian.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas meminta komitmen para pelaku pasar modal untuk menjadikan pasar modal sebagai alat kesejahteraan rakyat. Hal itu dikatakan SBY saat memberikan pidato kenegaraan pembukaan perdagangan pasar modal perdana pada 2008 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Presiden mengatakan bahwa pasar modal yakni BEI adalah kebutuhan perekonomian nasional dan diharapkan dapat menggerakan sektor riil.

Imbauan orang nomor satu ini seharusnya ditindaklanjuti. Pasar modal sebagai alat kesejahteraan rakyat harus bisa diwujudkan. Jangan-jangan “Jauh Panggang dari Api.” Yang pasti gaung pasar modal sebagai kebutuhan masyarakat sampai saat ini belum dirasakan khalayak banyak. Masih banyak Buyung dan Upik yang belum tersentuh hingar-bingar gemerlapnya keuntungan di pasar modal. Atau jangan-jangan pasar modal hanya milik pemodal besar? Tugas BEI untuk menjelaskan ini. Jika tidak masyarakat akan semakin sungkan bahkan minder untuk datang ke BEI apalagi untuk berinvestasi. Sosialisasi harus benar-benar mendarat di hati masyarakat.

Tidak tinggal diam berpangku tangan, selama ini BEI juga telah melakukan roadshow di beberapa kota. Selain itu, BEI bekerjasama dengan DJPU Departemen Keuangan juga melakukan kegiatan Pre-Marketing ORI di beberapa kota. Dalam melakukan sosialisasi, BEI menggandeng berbagai pihak seperti Anggota Bursa, asosiasi profesi, organisasi kemasyarakatan, perbankan, pemerintah daerah, media, dan lain-lain. Adapun program-program sosialisasi yang dilakukan adalah berupa kegiatan Business Meeting, Forum Calon Investor, Forum Investor dan workshop wartawan.

Berbagai hal dilakukan BEI demi mencapai angan. Beberapa Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) baru dipersiapkan. BEI bersama KPEI, KSEI dan Danareksa juga menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal yang secara rutin memberikan pendidikan Pasar Modal secara gratis kepada masyarakat yang bertempat di Gallery Bursa Efek Indonesia.

Tidak hanya itu BEI telah mendirikan Pojok BEI di berbagai universitas. Tujuan pendirian Pojok BEI ini adalah untuk memperkenalkan Pasar Modal ke dalam dunia akademika, tidak hanya dari sisi teori namun juga prakteknya. Harapan BEI akan semakin memasyarakat sangat wajar dengan apa yang telah dilakukan BEI selama ini. BEI terus menerus berupaya menciptakan pasar yang semakin likuid, teratur, wajar dan efisien.

Pasar modal harus menjadi tempat yang dirindukan pemodal. Jika rindu itu ada, bisa dibayangkan orang tidak akan sungkan lagi untuk berinvestasi. Orang akan mencintai pasar modal sebagai sarana berinvestasi yang menguntungkan. Hasil survei Merrill Lynch, Indonesia merupakan negara keempat yang paling banyak menciptakan orang-orang kaya baru (OKB) sepanjang 2006, setelah Singapura, India, dan Rusia. Ini karena berinvestasi di pasar modal. Survei menyimpulkan juga umumnya orang-orang kaya adalah para investor yang bermain di pasar modal. Mereka lazimnya orang-orang yang tak begitu peduli pada ”krisis politik”, yang tak takut mencairkan deposito dan memindahkannya ke bursa efek.

Banyak orang yang menjadi kaya mendadak karena berhasil meraup untung puluhan miliar rupiah. Itulah ’warna’ pasar modal yang perlu diketahui oleh investor. Sosialisasi harus benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. BEI harus tahu betul produk apa yang perlu ditawarkan saat ini.

Intinya perlu ada survei ke masyarakat mencari tahu produk apa yang sekiranya dapat menarik minat masyarakat individu ataupun korporasi sehingga mau berkiprah di pasar modal. Mau kaya atau mau miskin silakan ke Pasar Modal. Sosialisasi tepat sasaran harus terus dilakukan. Dan jangan pernah berhenti atau merasa puas. BEI harus terus melakukan sosialisasi, sosialisasi dan sosialisasi. Ingat pepatah ini “ If You Born Poor, It Is Not Your Mistake, But If You Die Poor, It Is Absolutely Your Mistake.” Selamat Datang di Dunia Investasi Pasar Modal.

You must be logged in to post a comment.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Sekolah Internet Indonesia

Rahasia Flip Klik Disini

Panduan Rahasia Dropshipping

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.