Archives

Powered by CMS Forex
free counters

ANALISA

Perangkat Analisa Pasar Modal

Agar bisa sukses di pasar modal , berikut perangkat analisa yang mesti dimiliki seorang calon investor.

a. Analisa Makro

Situasi perekonomian nasional sangat berpengaruh pada iklim investasi. Apabila ekonomi sedang tumbuh dengan baik, maka sebagian besar perusahaan juga menampilkan kinerja yang baik, dan ini akan berpengaruh pula pada pasar modal yang menanggapinya dengan harga-harga instrumen pasar modal yang atraktif. Dengan kata lain, situasi ekonomi akan berhubungan positif dengan situasi pasar modal . Berikut beberapa indikator makro yang penting diketahui.:

analisa teknikal fundamental analisis

· Pertumbuhan PDB dan PNB. Pendapatan nasional (Produk Nasional Bruto) adalah pendapatan yang diperoleh penduduk suatu negara, baik yang ada di dalam negeri maupun yang sedang berada di luar negeri untuk mencari penghasilan. Sedangkan Produk Domestik Bruto adalah pendapatan (produk) yang dihasilkan oleh sebuah negara baik yang berasal dari penduduk negara tersebut di dalam negeri maupun penduduk asing yang sedang berada di negara tersebut. Jika anda melihat pertumbuhan PDB suatu negara sedang meningkat, itu artinya perekonomian nasional sedang tumbuh baik yang merupakan sinyal baik pula untuk berinvestasi.

· Tingkat Inflasi. Inflasi adalah peningkatan semua harga secara umum. Tingkat inflasi di suatu negara, misalnya Indonesia, biasanya dihitung dari perubahan indeks harga, dalam hal ini Indeks Harga Konsumen. Apabila tingkat inflasi di suatu negara sedang tinggi, itu menandakan perekonomian nasional sedang overheating dan bisa memicu peningkatan suku bunga.

· Suku Bunga. Tingkat suku bunga memiliki korelasi yang relatif negatif terhadap investasi. Apabila suku bunga (dalam hal ini adalah SBI) sedang mengalami peningkatan, maka bisa diperkirakan investasi di pasar modal akan mengalami penurunan karena orang-orang lebih tertarik untuk menyimpan uangnya di bank yang menawarkan bunga lebih tinggi (bunga tabungan dan deposito) ketimbang menginvestasikannya dalam bentuk efek.

Namun selain faktor diatas, anda jangan melupakan faktor-faktor non ekonomi yang sedang terjadi Faktorfaktor yang dimaksudkan adalah politik, sosial, dan keamanan. Seperti halnya Indonesia saat ini, yang adalah salah satu tempat investasi dengan risiko tinggi, situasi politik dan keamanan yang tidak stabil menyebabkan banyak orang enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Risiko jenis ini bisa anda sebut country risk. Analisa makro yang dilakukan dengan cermat akan sangat membantu pembuatan keputusan investasi anda, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

b. Analisa Industri

Masih ingat Singer…? mesin jahit yang sangat popular pada tahun akhir 70-an, akan tetapi sekarang tidak banyak dikenal karena orang lebih suka membeli pakaian langsung ketimbang membikin sendiri. Atau mesin tik yang menurun tajam akibat kemajuan komputer dalam word processing.

Dalam memilih saham analisa industri menjadi sangat penting, sebab jika anda memilih industri yang salah seperti industri mesin jahit dan mesin tik pada awal 80-an kinerja investasi anda tidak akan bagus. Analisa industri bisa dilihat dari siklus hidup industri itu sendiri. Dimulai dari tahap merintis (pioneering), ekspansi, stabilisasi (maturity), dan selanjutnya menurun (declining).

1. Pioneering. Pada tahap ini, industri baru memasuki tahap pengenalan. Misalnya saja industri cyber atau internet yang baru dikenal beberapa tahun belakangan ini di Indonesia. Pada tahap pioneering, banyak perusahaan masuk ke industri ini dan berusaha memperoleh pangsa pasar seluas-luasnya.

2. Ekspansi. Pada tahap ekspansi, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya berlomba-lomba memasuki industri ini. Perusahaan yang bisa bertahan pada tahap ini selanjutnya akan terus berkembang dan melakukan perluasan usaha atau melakukan inovasi atas produk-produknya sehingga bisa lebih atraktif dalam upayanya menguasai pangsa pasar. Investor biasanya tertarik untuk berinvestasi pada industri ini karena potensinya untuk mendatangkan keuntungan cukup tinggi yaitu berasal dari penjualan yang relatif meningkat.

3. Stabilisasi. Memasuki tahap stabilisasi, industri bisa dikatakan telah matang (mature) dan tingkat penjualan tidak lagi setinggi pada saat ekspansi. Produk-produk juga tidak seinovatif sebelumnya dan jumlah kompetitor di industri ini banyak. Biaya produksi perusahaan-perusahaan pada tahap ini cenderung tetap atau dengan kata lain skala ekonomis sudah banyak tercapai. Industri pada tahap ini terus tumbuh tapi tingkat pertumbuhannya tidak signifikan.

4. Penurunan. Ciri-ciri industri yang memasuki tahap ini adalah terjadinya kejenuhan pada industri tersebut dan penjualan rata-rata industri sudah mulai menurun. Banyak pelaku industri mulai meninggalkan industri ini atau malah tersingkir karena tidak bisa lagi menanggung biaya untuk bertahan (survive).

Berbekal analisa industri, anda dapat menilai apakah tempat anda berinvestasi sedang dalam tahap pengenalan (pioneering), atau sedang ekspansi, stabil, atau malah dalam keadaan menurun. Jika anda berinvestasi pada tahap pengenalan (pioneering) atau tahap ekspansi, maka potensi penghasilan (return) yang akan anda dapatkan relatif lebih tinggi walaupun risikonya juga tidak kecil.

Banyak investor melakukan aksi pengambilan keuntungan (profit taking) pada saham-saham industri ini. Namun, investor sebaiknya tidak berharap banyak pada capital gain jika berada pada tahap maturity karena harga sahamsaham perusahaan tidak seatraktif tahap sebelumnya. Di lain pihak, investor bisa berharap banyak pada dividen yang akan dibagikan perusahaan. Yang perlu anda perhatikan pada tahap ini adalah berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan serta porsi alokasi laba perusahaan untuk dividen. Dengan memperhatikan karakteristik industri tempat anda berinvestasi, keuntungan dari industri bisa diperkirakan dan kapan anda harus keluar dari industri tersebut bisa anda tentukan.

c. Analisa Fundamental Perusahaan

Analisa fundamental adalah salah satu jenis analisa yang dilakukan oleh investor dengan memperhatikan laporan keuangan dan fundamental perusahaan ketimbang memperhatikan perkembangan harga saham tersebut dari hari ke hari. Para fundamentalist sangat mengandalkan analisa jenis ini karena menurut mereka analisa jenis ini bebas dari bias karena mempergunakan data-data yang valid.

Analisa fundamental dilakukan untuk memperoleh nilai intrinsik (intrinsic value) sekuritas. Nilai intrinsik ini selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai pasar saat itu. Apabila ternyata nilai intrinsik sekuritas lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar, maka sekuritas tersebut dapat dikatakan undervalued dan anda bisa memutuskan untuk membelinya.

Ada berbagai pendekatan dalam menentukan nilai intrinsic suatu perusahaan. Bahasan lebih detail dibahas pada bagian Cara Menilai Saham. Satu cara penghitungan sederhana untuk mendapatkan nilai intrinsik (P) yang bisa anda terapkan pada analisa fundamental ini, yaitu:

P = Estimated EPS X P/E Ratio

Hasil penghitungan nilai intrinsik ini kemudian anda bandingkan dengan harga pasar saat itu. Apabila ternyata hasil perhitungan lebih tinggi, artinya sekuritas yang anda hitung undervalued dan saatnya untuk membeli dengan harapan harga saham tersebut akan meningkat di kemudian hari. Sebaliknya apabila lebih rendah, disebut overvalued dan anda harus menghindari sekuritas jenis ini, dan apabila anda terlanjur memilikinya, saat yang tepat untuk menjualnya. Selain mempergunakan perhitungan sederhana di atas, perhitungan lain yang sering digunakan adalah discounted future cash flow yaitu mendiskontokan arus kas yang akan diterima oleh investor di kemudian hari, termasuk atas bunga dan principal (pokok pinjaman).

d. Analisa Teknikal

Jenis analisa ini adalah kebalikan dari analisa fundamental yang mengandalkan pada pergerakan harga sekuritas sehari-hari. Para technicians mempergunakan analisa terhadap pergerakan volume dan harga sekuritas masa lampau yang kemudian digunakan untuk memprediksi pergerakan pasar di masa datang. Pergerakan saham yang diamati itu akan membentuk trend. Trend ini biasanya berbentuk grafik (chart).

Oleh karena ketergantungan mereka pada chart, para pengguna analisa jenis ini sering juga disebut chartist. Seorang analis teknikal sejati tidak pernah memberikan perhatian kepada prospek pendapatan perusahaan, kondisi keuangan perusahaan, laba atau rugi perusahaan, dan variabel-variabel finansial lainnya. Menurut mereka, grafik pergerakan harga dan volume telah dapat menceritakan semuanya.

Ada beberapa istilah yang harus anda kenali dalam analisa teknikal, beberapa di antaranya akan dijelaskan

berikut ini:

- Dow Theory. Charles H.Dow adalah penemu grafik jenis ini. Ia membagi grafik dalam tiga tipe pergerakan. Pergerakan utama (primary moves) menunjukkan pergerakan harga saham yang bisa diamati dalam satu hingga empat tahun dan akan menunjukkan apakah pasar sedang dalam keadaan bullish ataupun bearish. Pasar dikatakan bullish apabila grafik menunjukkan kenaikan dan harga-harga mengalami pergerakan yang agresif, sebaliknya apabila grafik cenderung mengalami penurunan atau cenderung stagnan, maka pasar bisa dikatakan sedang lesu atau bearish.

Di antara kurun waktu terjadinya pergerakan utama, terdapat grafik yang menunjukkan pergerakan menengah (intermediate moves), yang bisa jadi merupakan dampak spekulasi jangka pendek yang ikut menyumbangkan porsi cukup material pada pergerakan utama. Sedangkan tipe pergerakan paling akhir disebut pergerakan minor (minor moves) yang muncul secara random di antara dua tipe pergerakan sebelumnya.

- Support Level. Adalah tingkat harga dimana minat untuk melakukan aksi beli cukup kuat dan mengalahkan tekanan jual saham tersebut sehingga dapat menahan harga saham tidak jatuh di bawah tingkat tersebut.

- Resistance Level. Adalah kebalikan dari support level, yaitu tingkat harga dimana minat untuk menjual cukup kuat dan mengalahkan tekanan beli sehingga mampu menahan harga tidak menembus tingkat tersebut.

- Correction. Penurunan harga saham setelah sebelumnya mengalami peningkatan.

- Rebound. Peningkatan harga saham setelah mengalami penurunan sebelumnya.

- Technical Rebound. Kenaikan harga saham setelah sebelumnya mengalami koreksi cukup tajam.

- Trend. Pola yang terbentuk dari pergerakan harga dan volume historis dalam jangka waktu tertentu dan dapat menunjukkan kecenderungan arah pergerakan selanjutnya.

- Bullish and Bearish. Istilah bullish dipergunakan bila harga melebihi rata-rata pergerakan harga (moving average) dan moving average sendiri bergerak meningkat. Sedangkan keadaan bearish terjadi apabila harga saham ada di bawah harga rata-rata dan moving average bergerak turun.

ANALISA SAHAM

Dalam dunia investasi, ada 2 metode yang lazim digunakan sebagai alat untuk analisa, yaitu :

1. Analisa Fundamental

2. Analisa Teknikal

Analisa Fundamental

Membeli saham sangat mirip dengan membeli mobil bekas, tanah dan rumah. Dimana kita selalu berusaha untuk memprediksi harga wajarnya sebelum untuk memutuskan membeli. Untuk menentukan harga wajar suatu saham, investor biasanya melakukan penilaian dan analisa keuangan atas perusahaan dan membaginya dengan jumlah saham yang beredar, untuk menetukan nilai saham tadi secara proporsional. Analisa Fundamental menilai saham berdasarkan kondisi fundamental perusahaan itu sendiri, karenanya, analisa fundamental lebih sesuai untuk investasi jangka panjang. Seorang analis fundamental sejati biasanya tak cuma sekadar menganalisis data keuangan saja, tetapi juga datang ke perusahaan yang diincar, berbicara dengan manajemen dan pemiliknya, melihat visi-misi dan strategic plan ke depan, dan sebagainya. Tak jarang seorang analis fundamental sejati sampai terbang ke seantero dunia demi mengorek informasi langsung dari perusahaan.

Diantara ‘resep fundamental’ yang sering digunakan menganalisa saham a.l:

1. Value. Tujuan dari penganut ‘resep’ ini adalah membeli saham dengan diskon sebesar mungkin dari nilai intrinsic atau mencari saham yang nilainya lebih dari yang mereka bayarkan. Dengan analogy lain seperti mencari dan membeli sebuah mobil dengan harga murah dari harga semestinya di pasaran untuk keesokan harinya dijual dengan harga yang lebih tinggi (wajar).

Bagi value investor, mereka biasa melihat ukuran seperti: Price/Earning Ratio (PER)

· Dividend Yield

· Book value per share

· Total Sales/Kapitalisasi Pasar

2. Growth. Bagi pemegang resep ini mencari saham berarti mencari perusahaan dengan pertumbuhan penjualan dan keuntungan yang tinggi. Mereka menganalisa kualitas dari usaha yang dijalankan dan pertumbuhan sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.

3. Income. Walaupun saat sekarang kebanyakan investor membeli saham mengharapkan capital gain akan tetapi beberapa investor membeli saham dengan mengharapkan dividen yang dibayarkan. Biasanya saham yang cocok criteria ini adalah saham yang berada pada industri yang sudah matang dengan pertumbuhan lambat tetapi membayarkan dividen payout yang tinggi.

4. GRAP. Merupakan resep yang dipopulerkan sang koki ‘John Irving’ pada buku ‘The World According to GARP’. GARP singkatan dari growth at reasonable price. GARP menggabungkan resep growth dan value, dan mencari perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan harga pasar dibawah nilai intrinsic. Pendekatan yang sering dipakai GARP adalah membeli saham ketika P/E ratio lebih rendah dari pertumbuhan earning per share (laba per saham) dimasa mendatang.

5. Quality. Selain memakai pendekatan gabungan yang menilai kualitas fundamental perusahaan pendekatan ini juga menilai kualitas dan integritas manajemen sebelum membeli suatu saham. Investor terkenal Warren Buffet memakai pendekatan ini dan selalu menilai kualitas fundamental dan kualitas manajemen sebelum membeli saham tersebut untuk jangka panjang.

Anti Fundamental

Bagi yang tidak memakai analisa fundamental ada dua alasan utama :pertama, analisa fundamental menggunakan data yang dimiliki oleh semua pelaku pasar jadi tidak ada keuntungan yang dimiliki dari menganalisa data tersebut. Kedua, walaupun data yang diolah sumbernya sama, analisa suatu saham sering subjektif dan tergantung pada penekanan yang diinginkan sang analis.

Analisa Teknikal

Sementara itu, analisa teknikal menilai harga saham berdasarkan refleksi harga di masa lalu dengan membaca sentimen, tren, dan proyeksi yang mungkin terjadi di masa depan. Pendekatan ini adalah kebalikan dari analisa fundamental. Para teknikal analis mempergunakan analisa terhadap pergerakan volume dan harga saham masa lalu untuk memprediksi pergerakan pasar di masa datang. Analisa Teknikal akan membantu Anda memperkirakan arah pergerakan harga, membuat batas-batas pergerakan dalam kondisi tertentu, serta menunjukkan target arah beserta risikonya. Pergerakan saham yang diamati itu akan membentuk grafik (chart). Analisa Teknikal lazimnya dilakukan dengan bantuan software aplikasi dan banyak mengeksploitasi grafik (chart). Oleh karena ketergantungan mereka pada chart, para pengguna analisa jenis ini sering juga disebut chartist. Seorang analis teknikal sejati tidak pernah memberikan perhatian kepada prospek pendapatan perusahaan, kondisi keuangan perusahaan, laba atau rugi perusahaan, dan variabel-variabel finansial lainnya.

Menurut mereka, grafik pergerakan harga dan volume telah dapat memberikan gambaran psikologis pasar atas suatu saham. Walaupun banyak teknikal analis sejati, akan tetapi banyaj juga investor yang menggunakan chart untuk timing investasi setelah mereka mempelajari fundamental dari saham tersebut. Karena sifat dan karakternya, Analisa Teknikal lebih cocok untuk trading (spekulasi) dalam jangka pendek atau perlindungan (hedging).

Para chartist (pihak yang melakukan analisa teknikal), percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Singkatnya mereka memegang jargon ini: “History always repeats it self.” Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan para fundamentalis dimana keputusan investasi atas nilai suatu mata uang didasarkan pada faktor fundamental ekonomi, politik dan moneter negara yang bersangkutan.

Senjata utama para analis teknikal adalah grafik (chart – itulah mengapa mereka disebut chartist). Melalui chart inilah mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Jika Anda telah mampu mengetahui 4 hal tersebut, tentu saja keuntungan besar segera akan mengalir deras ke kocek Anda. Mari saya ulang:

1. Trend

2. Volume transaksi

3. Level-level psikologis (support dan resistance)

4. Periode waktu yang terjadi.

Yup, itu saja. Memang tujuan para chartist adalah memprediksikan ke empat hal ini. Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seberapa akurat kemampuan kita memprediksi harga? Nah itulah yang memang harus terus menerus di asah tiap-tiap hari. Tidak ada satu pun metode yang sempurna baik fundamental maupun teknikal. Pengalaman dan diri sendiri memegang peranan sentral disini.

Apakah analisa teknikal memiliki kelemahan? Tentu saja. Seperti saya katakan barusan, tidak ada yang sempurna. Mari saya sarikan kelemahan kedua analisa ini dalam bentuk tabel:

Nah itu saja untuk perkenalan pada analisa teknikal. Pada bagian berikutnya kita langsung saja berkenalan dengan grafik. Pasti Anda tidak menginginkan terlalu banyak informasi yang akhirnya malah membuat Anda pusing bukan?

Kelemahan pada AnalisaFundamental Kelemahan pada Analisa Teknikal
Butuh waktu untuk memperoleh informasi. Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang. 


Lebih cocok diterapkan pada longterm period trading.


Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.

Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain.

Harga pasar ini ditentukan oleh sikap para trader yang bertransaksi didalamnya. Ini berarti bahwa pasar (price trends) digerakan oleh psikologi tradernya (serakah, ketakutan, harapan, putus asa,dll). Al Goldman, seorang ahli strategi pasar mengatakan “Ninety percent of the market is mood and ten percent fundamentals.” Nah, Technical Analysis mempelajari psikologi pasar ini yang digambarkan berupa grafik. Karena sifat dasar manusia tidak berubah, maka pola yang tergambar dalam grafik itu berulang. (History Repeats Itself), juga setiap market punya sifat/karakter tersendiri.

Anti Teknikal

Para teknikal analis mengasumsikan suatu pola tertentu dari chart suatu saham meng-indikasikan psikologi pasar tentang suatu saham atau pasar. Akan tetapi kebanyakan data statistik yang diolah oleh akademisi untuk menentukan apakah suatu chart bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan dimasa mendatang membantah teori ini. Hal ini dibahas detail oleh Burton Malkiel pada buku Random Walk Down Wall Street. Menurut anti teknikal, memakai chart untuk memprediksi harga sama seperti meramal nasib memakai ampas kopi.

 

Khusus di Indonesia, ada sebagian orang yang memasukkan bandarmologi analysis (BA) sebagai salah satu alat alternatif. Singkatnya, BA dilakukan dengan mencari rumor dan bisikan tertentu, lalu membonceng bandar saat mereka akan menggoreng sebuah saham. BA hanya sesuai untuk dilakukan dalam waktu yang benar-benar pendek—-dan Anda punya akses untuk menemukan saham mana yang siap untuk digoreng. Gorengan (cornering) adalah aksi yang dilakukan untuk memanipulasi harga dengan membuat permintaan yang sangat tinggi atas saham tersebut. Setelah harga sahamnya melewati target point tertentu, mereka kemudian melakukan aksi jual untuk meraih capital gain. Saham-saham gorengan biasanya merupakan saham lapis dua-tiga yang peredarannya tidak banyak dan harganya relatif murah. Mereka bisa naik-turun dengan sangat drastis tanpa sebab yang jelas dan harga saham tidak mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.

Mana yang paling tepat? Masing-masing hanya sebuah alat yang akan bermanfaat bila digunakan oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat pula. Saya sendiri lebih menyukai FA karena filosofi saya adalah membeli saham dalam rangka memiliki perusahaan tersebut. Selama ini, semua dihitung hanya dengan kalkulator (atau ponsel) dan dicatat di kertas/map tanpa software khusus. Sejauh ini, saya juga belum pernah menjual saham yang pernah saya beli.

Kalau Anda tertarik mempelajari lebih lanjut fundamental analysis, silakan baca buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham, terbitan HarperBusiness Essential. Aslinya, buku ini terbitan tahun 1973, namun ditulis ulang tahun 2003.

Kunci Sukses

Sekarang anda telah mengenal tentang instrumen-instrumen investasi seperti saham, obligasi dan reksadana dan mengetahui pendekatan untuk menilainya. Akan tetapi mengenal saja saja baru setengah dari perjalanan anda untuk berinvestasi. Selajutnya terjun langsung berinvestasi. Agar anda sukses dalam selama ‘perjalanan’ anda berinvestasi berikut kami bagi kunci sukses buat kita semua:

1. Kenali Diri Anda. Kenali seberapa nyaman anda menerima resiko berkurangnya investasi anda dalam jangka pendek. Hal ini sangat penting dalam memutuskan alokasi investasi terutama untuk instrumen yang berfluktuasi tinggi seperti saham. Sebab tidak ada gunannya anda berinvestasi di saham jika anda tidak bisa tidur malam hari atau terkena serangan jantung melihat turunnya investasi saham anda.

2. Kenali Kebutuhan Anda. Ya.., anda mesti mengetahui untuk apa berinvestasi, berapa lama lagi anda membutuhkan uang anda kembali. Kalau anda butuh uang kembali dalam satu tahun.., jangan pernah mencoba bermain di saham. Kalau anda butuh beli rumah tiga tahun lagi mungkin obligasi jangka yang akan jatuh tempo tiga tahun cocok untuk anda. Kenali dulu kebutuhan anda sebeluma nda berinvestasi.

3. Kenali Instrument Investasi. Walau kita sudah membahas tetang iinstrumen investasi pada bab terdahulu akan tetapi kami merasa perlu mengingatkan kembali bahwa anda benar-benar telah memahami instrumen investasi tersebut dan resiko yang timbul jika anda meletakkan uang anda disana.

4. Lebih cepat lebih baik. Semakin cepat anda memulai karir anda dalam berinvestasi semakin baik hasil yang akan anda peroleh dimasa mendatang.

5. Alokasi dan diversifikasi. Alokasikan dan diversifikasi-kan investasi anda pada instrumen yang cocok dengan diri dan kebutuhan anda. Tidak ada portfolio yang cocok untuk semua orang, anda mesti mencari kombinasi yang cocok untuk anda. Kami menyarankan anda untuk menyebar investasi anda tidak saja di obligasi, saham dan reksadana dalam Rupiah akan tetapi juga dalam USD. Untuk saat sekarang akses untuk membeli sekuritas asing memang masih terbatas karena berbagai peraturan yang tidak mendukung. Akan tetapi larangan ini menjadi tidak relevan karena dengan kecanggihan informasi dan teknologi internet, serta rezim devisa bebas yang kita anut. Dua tahun mendatang kami yakin kita bisa dengan mudah memiliki saham, obligasi maupun reksadana asing.

6. Kaji Ulang. Jangan malu untuk mengkaji ulang jika anda telah melakukan kesalahan. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan akan tetapi investor yang pintar selalu mengambil pelajaran dari suatu kesalahan dan menghindarinya dimasa mendatang.

Tak kenal maka tak sayang. Jika anda sebelumnya tidak mengenal tentang pasar modal Indonesia, kami harap penjelasan diatas cukup memberikan gambaran awal tentang Pasar Modal dan cara menganalisanya. Semoga perkenalan ini memberikan bekas menarik, dan menjadi daya tarik untuk mengenal lebih dalam lagi dan mencintai pasar modal.

Beberapa Tips memilih saham

Melakukan Investasi sama halnya dengan menikah. Anda tidak akan memutuskan untuk langsung menikahi pasangan anda pada pandangan pertama. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai pasangan anda. Artinya, demikian juga halnya dengan berinvestasi. Ada beberapa hal yang harus anda ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Berikut ini beberapa tips yang dapat anda ikuti sebelum anda melakukan investasi.

· Tips 1: Membeli saham sama halnya dengan membeli sebuah bisnis.

Artinya, jika anda ingin membeli saham sebuah perusahaan, anda harus benar-benar mengetahui terlebih dahulu mengenai bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya anda memilih perusahaan yang kegiatan usahanya benar-benar anda ketahui. Sebab semakin anda mengenal bisnis perusahaan yang anda pilih, semakin banyak informasi yang dapat dijadikan pertimbangan anda dalam menentukan keputusan investasi anda.

· Tips 2: Karena anda membeli bisnis, berpikirlah seperti seorang bisnis-man.

Jika anda seorang pengusaha, pasti anda tidak akan mau membeli sebuah taksi bekas seharga Rp. 30 jt jika penghasilan yang diharapkan dari setoran hariannya dikurangi biaya perawatan, tidak lebih dari Rp. 30 jt hingga habis masa manfaatnya.

· Tips 3: Selain mengetahui bisnis perusahaan yang anda pilih, pastikan anda mengetahui juga industri

dan lingkungan perusahaan secara menyeluruh.

Selain mengerti cara perusahaan tersebut menghasilkan uang, sangatlak penting mengetahui kompetisi yang dihadapi perusahaan, risiko-risiko usaha dan hubungannya dengan iklim bisnis atau makro secara keseluruhan.

· Tips 4: Cara anda menilai ‘bisnis’ akan menentukan penghasilan anda dimasa mendatang.

Masih cerita tentang taksi, jika anda secara jitu membeli taksi seharga Rp. 30 jt yang kemudian menghasilkan net cashflow Rp. 40 juta selama tiga tahun berikutnya maka anda telah untung 33% selama tiga tahun. Atau jika anda jual kembali taksi tersebut satu bulan berikutnya berikutnya pada harga Rp. 33 juta, 10% keuntungan dalam satu bulan menjadi hak anda. Kejelian anda dalam memilih taksi tersebut sama saja dengan kejelian anda dalam memilih saham. Anda bisa memilih saham untuk mengharapkan cashflow dimasa mendatang, atau membeli saham yang undervalue untuk dijual kembali ketika harga-nya naik dan mendekati nilai wajarnya.

· Tips 5: Meskipun murah, sekali sampah tetap sampah.

Banyak investor awam membeli saham karena harga-nya turun tajam, atau harga-nya sudah sangat murah. Pendekatan ini sangat berbahaya, sebab saham yang turun tajam atau saham yang harganya demikian murah mengindikasikan masalah pada perusahaan tersebut. Seringkali terjadi saham yang turun tajam dan menjadi sangat murah kemudian di bangkrut-kan atau di delisting. Contoh terbaru yaitu saham Daya Guna Samudera (DGSA), Bintuni Minaraya (BMRA), Super Mitory (SUMI).

· Tips 6: Keuntungan didapatkan dari membeli bisnis yang berkualitas tinggi pada harga rendah.

Ya benar, anda baru bisa untung kalau membeli saham dibawah harga wajarnya. Banyak saham mempunyai bisnis menarik, tapi sudah diperdagangkan pada harga yang terlalu tinggi. Membeli saham seperti ini tidak akan menghasilkan apa-apa.

· Tips 7: Beli apa yang anda benar-benar mengerti.

Biasakan membeli saham setelah paham betul cara kerja bisnis tersebut dan cara mereka menghasilkan uang. Membeli saham yang benar-benar dimengerti juga memberikan ketenangan dan keyakinan kepada anda ketika harga saham tersebut tekoreksi.

· Tips 8: Jangan membeli apa yang tidak anda mengerti atau setengah dimengerti– atau anda akan mengalami kerugian.

Seperti halnya mencari calon istri atau suami, pasti anda tidak akan mau menikahinya hanya karena berdasarkan tips dari orang lain . Sama juga dengan saham, jangan nikahi…eh beli sebelum anda benar-benar mengetahui, atau risiko kerugian bisa menimpa anda.

· Tips 9: Waktu adalah teman anda.

Dalam berinvestasi waktu adalah teman anda. Anda akan berjalan dengan waktu sambil melihat investasi anda bertumbuh. Waktu juga akan menemani anda, ketika anda dengan sabar menunggu saat yang tepat untuk membeli saham yang anda sukai. Anda tidak usah tergesa-gesa dalam berinvestasi, sebab seringkali peluang investasi terbaik tidak selalu tersedia disepanjang waktu. Maksudnya saham yang tepat tidak selalu tersedia ketika anda menginginkannya…terkadang anda harus menunggu cukup lama. Tapi nikmati saja sebab waktu adalah teman anda.

Analisa Fundamental vs Analisa Teknikal

Apakah anda seorang investor saham? Apakah anda seorang trader saham? Apa bedanya investor saham dan trader saham? Investor saham adalah seorang pemain saham yang berorientasi jangka panjang. Artinya membeli saham terus menahan sampai berbulan bulan bahkan sampai bertahun tahun. Biasanya selain memperoleh capital gain (Selisih harga beli dan harga jual saham), seorang investor saham juga mengharapkan keuntungan dari deviden yang biasanya diterima oleh perusahaan setiap tahunnya. Besarnya deviden yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham biasanya tergantung dari laba bersih yang dihasilkan serta hasil keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham.

Seorang investor saham lebih cenderung analisa fundamental dalam melakukan analisa dalam melakukan investasi saham. Mereka selalu mencari saham2 yang undervalued? Apa artinya undervalued? Undervalued artinya saham2 yang diperdagangkan dibawah harga wajarnya. Bagaimana kita tahu suatu saham diperdagangkan dengan harga murah? Ya dengan melakukan analisa Fundamental. Hitung EPS (Earning Per Share) nya berapa. Hitung PER (Price Earning Ratio) nya berapa. Hitung ROE (Return On Equity) nya berapa. Mulai pusing? Jika anda pernah belajar Akuntansi saat kuliah atau Manajemen Keuangan, maka anda tidak akan pusing dengan istilah istilah itudan mudah bagi anda menganalisa saham dengan Analisa Fundamental.

Memang mudah jika yang dianalisa cuma satu atau beberapa saham saja. Namun jika sampai puluhan atau bahkan ratusan dan itu rutin dilakukan setiap harinya, apa tidak puyeng tuch? Apalagi analisa Fundamental juga mencakup analisa berita2 dan corporate action yang dilakukan oleh perusahaan sehingga untuk melakukan analisa Fundamental, juga harus mengupdate berita berita seputar pasar modal baik dari koran2 lokal maupun dari situs2 internet dan tentu saja dari www.investasi-saham.com ini, sebuah situs pembelajaran pasar modal dimana semua informasi dan rekomendasi seputar investasi saham dan pasar modal lainnya dapat diperoleh secara gratis,lengkap,terpercaya dan juga up to date.

Sebaliknya bagi seorang trader saham, analisa teknikal merupakan urat nadi daripada trading dan aksi jual beli yang dilakukan setiap harinya. Biasanya trader saham ini melakukan investasi saham yang berorientasi jangka pendek. Oleh karena itu tidak sesuai apabila digunakan kata investasi saham. Bagusnya diganti menjadi trading saham atau bermain saham.Inilah alasannya mengapa situs ini diberi nama Investasi Saham dan Bermain saham, karena selain menyediakan informasi untuk para investor saham juga berguna bagi kalangan trader saham yang bermain scalping,netting,tik..tok..(Istilah melakukan aksi beli dan jual saham dalam jangka pendek,mungkin dalam hitungan minggu,hari,jam,maupun menit).

Analisa teknikal tidak kalah rumitnya dengan analisa fundamental dan saya secara pribadi merasa analisa teknikal ini jauh lebih complicated namun lebih mudah dipelajari dan disenangi oleh semua pemain saham. Loh? Katanya mudah dipelajari,kok kemudian dikatakan complicated? Karena mudah,makanya banyak pemain saham yang terjebak apalagi para trader2 saham pemula. Mereka mengira mudah,hanya melihat grafik/chart terus mencari saham2 yang sudah tergolong murah atau mengejar saham2 yang sedang bergerak uptrend tanpa mengetahui dimana titik support dan titik resistance nya. Kapan timingnya untuk masuk dan kapan timingnya harus keluar. Karena mudah kan ? Cuma melihat chart,apa susahnya pikir mereka. Oleh sebab itu 90 % para pemain saham pemula (atau bahkan ada pemain saham lama juga) sering terjebak gara2 terlalu menganggap remeh analisa teknikal ini. Dalam melakukan analisa teknikal, point yang paling penting adalah kita mesti tahu kapan saat nya membeli suatu saham dan kapan saat nya kita menjual suatu saham.

Mungkin dengan analisa Fundamental,seorang pemain saham dapat memilah mana saham yang undervalued (murah) dan mana saham yang tergolong overvalued( Mahal). Jika anda seorang investor tentu nya tidak masalah bagi anda apabila anda membeli saham Cuma menggunakan analisa fundamental saja karena orientasi anda kan jangka panjang. Saham yang sekarang diperdagangkan undervalued pasti akan naik ke harga wajarnya suatu saat nanti. Namun kapan waktunya? Kapan saatnya? Tahun depan? 2 tahun lagi? 3 tahun, 5 tahun atau bahkan 10 tahun lagi? Siapa yang tahu? Coba bayangkan jika anda adalah seorang trader saham dan anda membeli saham dengan menggunakan fasilitas margin alias anda berhutang ke perusahaan pialang anda,mana mungkin anda bisa menunggu sampai bertahun tahun untuk menjual saham anda itu. Pastilah anda ingin secepatnya cuan dan segera menjual saham anda yang telah untungmterus anda akan mencari dan membeli lagi saham2 lainnya bukan? Nah, itu lah fungsinya analisa teknikal.

Selain untuk mencari dan menghitung titik support dan resistance,analisa teknikal juga digunakan untuk mengetahui kapan timing yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Kalo saya pribadi,saya berprinsip “kita harus sudah untung saat kita membeli saham,jangan pada saat kita menjual saham”. Untuk mempelajari analisa teknikal tidak semudah analisa fundamental. Jika mempelajari analisa fundamental,anda bisa mempelajarinya melalui buku2 akuntansi maupun manajemen keuangan. Di pasaran memang banyak buku2 yang membahas analisa teknikal. Namun analisa teknikal tidak bisa hanya dipelajari lewat buku saja,namun harus dipraktekkan langsung pada saat trading dan jam terbang serta pengalaman anda sangat berperperan penting dalam hal ini. Mengapa? Karena pemakaian analisa teknikal disaat pasar bullish (uptrend) berbeda dengan pemakaian analisa teknikal di saat pasar bearish (downtrend) maupun saat pasar konsolidasi (sideways). Dalam analisa teknikal dikenal beberapa indikator seperti Moving Average,RSI,MACD,Ichimoku Kinko Hyo,Stochastic,dan lain lain. Setiap trader dapat mengkombinasikan beberapa indicator itu atau cuma menggunakan satu indicator saja dan terkadang pendapat masing2 trader bisa berbeda dalam melakukan analisa teknikal ini.

Inilah mengapa analisa teknikal ini saya sebut sangat complicated. Lalu manakah yang terbaik antara kedua analisa ini? Dari dulu sampai sekarang, masalah ini sering diperdebatkan. Para pendukung analisa fundamental (Warren Buffet termasuk yang menganut analisa Fundamental ini) mengklaim bahwa analisa fundamental lah yang terbaik. Sebaliknya para analisa teknikal atau biasa disebut chartist tetap mengatakan jika analisa teknikal lah yang terbaik. Daripada memperdebatkan kedua hal ini,bukan lah lebih baik jika kedua analisa ini digabungkan. Masing2 analisa ini memiliki keuanggulan dan kelemahannya masing masing. Sulit untuk kita dapat memilih dan mengatakan bahwa analisa yang satu lebih baik daripada yang satunya lagi.