Archives

Powered by CMS Forex
free counters

DERIVATIF

Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama yang ada. Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi “acuan pokok” atau juga disebut ” produk turunan” (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.

financial analyst candlestick chart forex derivative derivative

Derivatif digunakan oleh manajemen investasi / manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing “tanpa” mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying). Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran. Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif ini. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant, right, futures. Sedangkan di luar negeri ada lagi yang namanya option.

1. Warrant (Waran)

Warrant merupakan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Misalkan Warrant I- Indah Kiat, jatuh tempo pada November 2002, dengan exercise price Rp 1000. Artinya jika anda memiliki Warrant I-Indah Kiat, maka anda berhak untuk membeli satu saham biasa Indah Kiat pada bulan November 2002 pada harga Rp 1000. Warrant biasanya dikeluarkan oleh perusahaan sebagai ‘pemanis’ buat investor ketika mereka mengeluarkan saham.

Bagi Anda yang sudah melakukan investasi di Bursa Efek, dalam bentuk investasi langsung—bermain saham—atau investasi tidak langsung—sarana investasi Reksadana—pasti membaca lembaran ekonomi atau keuangan di berbagai media cetak yang mencantumkan data transaksi di Bursa Efek kita. Data mengenai harga saham, obligasi, indeks, reksadana, kontrak berjangka dan lainnya tersedia disini. Pastinya Anda juga pernah melihat kolom transaksi yang berkaitan dengan waran. Bagi mereka yang mengerti, data tersebut mungkin saja bermanfaat. Tapi bagi mereka yang awam akan investasi waran pasti melewatkan informasi tersebut. Atau malah timbul pertanyaan, “Apa sih yang disebut waran itu? Bagaimana seluk beluk investasi waran? Dan apa sih untung ruginya? Berkenaan dengan pertanyaan di atas, kami mencoba memberikan sedikit informasi berkenaan dengan investasi waran sebagai alternatif.

Pada dasarnya waran tidaklah berbeda dengan options (opsi). Untuk mengingatkan, Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price atau harga patokan / tebus) dalam jangka waktu tertentu. Waran ini adalah efek yang sebenarnya merupakan sebuah call options pada saham. Call options adalah kontrak yang memberikan hak (bukan suatu kewajiban) kepada pemiliknya untuk membeli sejumlah aset dasar dengan harga patokan tertentu sebelum ataupun saat kontrak jatuh tempo. Dalam hal waran, aset dasarnya hanyalah saham. Jadi singkatnya waran adalah hak untuk membeli suatu saham pada harga patokan atau exercise price yang telah ditentukan dan pada waktu yang ditetapkan pula. Bila waran tersebut memiliki exercise price Rp.2.000, artinya pemegang waran tersebut memilik hak untuk membeli saham perusahaan yang menerbitkan waran di harga Rp 2.000 pada saat jatuh tempo, tak masalah berapa harga saham tersebut saat itu di bursa.

Bilamana investor meng-exercise warannya, maka perusahaan penerbit harus mengeluarkan saham baru, sedangkan pada opsi, saham yang diperdagangkan adalah saham yang telah beredar di bursa. Waran sering kali digunakan sebagai “iming-iming” untuk investor bila perusahaan akan menerbitkan obligasi. Waran diberikan sebagai daya tarik yang diberikan agar investor mau membeli obligasi dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari tingkat suku bunga pasar. Dengan menerbitkan obligasi bersama-sama dengan waran perusahaan ingin mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam bentuk bunga obligasi yang harus dibayarkan kepada investor secara regular. Jadi pada intinya, waran yang melekat pada penerbitan obligasi atau saham bertujuan agar investor tertarik untuk membeli sekuritas atau efek yang diterbitkan oleh perusahaan.

Waran diperjualbelikan berdasarkan nilai intrinsiknya
Walau waran merupakan bagian dari penerbitan saham atau obligasi, sebenarnya waran dapat diperjualbelikan secara terpisah selama waktu tertentu. Hak untuk membeli saham pada waran dapat di’exeercise’ saat waran jatuh tempo atau pada periode tertentu setelah waran diterbitkan.

Sebagai contoh, misalkan waran PT. Z yang diperdagangkan di bursa memiliki harga patokan atau exercise price sebesar Rp 1.000 dan akan jatuh tempo enam bulan yang akan datang. Kondisi ini dapat diartikan bahwa pemegang waran memiliki hak untuk membeli satu lembar saham PT. Z seharga Rp 1.000, enam bulan dari sekarang. Bilamana selema enam bulan harga PT. Z naik menjadi Rp 1.200, dalam situasi ini waran dikatakan “in the money” atau dengan kata lain waran tersebut memiliki nilai intrinsik sebesar Rp 200 (Rp 1.200 – Rp 1.000). Logisnya, jika investor mengeksekusi haknya dengan membeli saham PT. Z maka ia akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200 per lembar sahamnya (beli di harga Rp 1.000 dan langsung menjualnya di Bursa dengan harga Rp 1.200). Nilai intrinsik inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan harga waran.

Tetapi bagaimana bila harga saham PT. Z di Bursa ternyata turun menjadi Rp 900. Pada kondisi ini harga waran tersebut adalah nol dan bukanlah –(minus) Rp 100. Hal ini dikarenakan, sebuah waran merupakan hak bukannya kewajiban bagi pemegangnya, jadi tidak ada keharusan untuk menggunakan hak tersebut pada saat jatuh tempo. Jadi nilai intrinsic sebuah waran paling banter adalah nol tidak pernah akan negatif. Perlu juga disimak bahwa harga waran di bursa banyak dipengaruhi oleh factor lain selain perubahan harga aset dasarnya. Semakin tinggi harga saham dibursa dibandingkan dengan exercise price-nya akan semakin tinggi harga sebuah waran. Sebaliknya semakin rendah harga saham akan semakin rendah pula harga warannya.

Untung Rugi Investasi Di Waran

Untuk menyampiakn ulasan mengenai hal ini kami akan menggunakan contoh agar lebih mudah untuk dimengerti. Dari contoh diatas, misalkan waran PT. Z memiliki exercise price sebesar Rp 1.000 dan harga waran Z tersebut saat ini di Bursa adalah Rp 100. Waran Z ini akan jatuh tempo 6 bulan yang akan datang.Misalkan harga saham PT. Z di Bursa saat ini adalah Rp 1.100 per lembar, artinya jika Anda memiliki waran PT. Z dengan harga premi Rp 100, sebetulnya Anda menguasai saham yang harganya berlipat ganda (Rp 1.100). Nah inilah karakter penting dari sebuah waran alias call options (hak untuk membeli aset), yaitu adanya “power of leverage” yang melekat pada sebuah waran.

Melanjutkan contoh di atas, misalkan enam bulan kemudian saat waran PT. Z jatuh tempo, harga saham PT. Z melejit ke level Rp.1700 per lembar, tentunya Anda akan menggunakan hak Anda karena Anda dapat memebli saham PT. Z diharga Rp 1.000 (exercise price) per lembar dan menjualnya lagi dibursa dengan harga Rp 1.700. Diatas kertas, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 400 [Rp 1.500 – Rp 1.000 – Rp 100(premi)] per saham yang sama dengan tingkat keuntungan sebesar 400% (Rp 400/100 x 100%). Semakin tinggi harga saham di Bursa saat waran jatuh tempo akan semakin besar keuntungan yang bisa Anda peroleh.

Tetapi jika ternyata saat waran jatuh tempo, harga saham PT. Z di Bursa turun menjadi Rp 500, tentunya dalam situasi seperti ini Anda tidak menggunakan hak Anda untuk membeli saham PT. Z seharga Rp 1.000 dan Anda hanya ketiban rugi sebesar Rp 100 (premi yang telah dibayarkan di awala untuk membeli waran).
Jadi kalau dilihat dari contoh perubahan harga ini, potensi untung rugi pada sebuah waran tidaklah semetris seperti pada kontrak berjangka. Potensi yang tidak simetris ini juga merupakan karakteristik penting dari sebuah waran. Kesimpulannya, berinvestasi via waran, memberikan potensi keuntungan yang tidak terbatas tapi dengan potensi kerugian yang terbatas yaitu hanya sebesar premi waran diawal investasi. Bagaimana sekarang Anda tertarik?

Faktor-faktor yang Berpengaruh thd Waran
Bagi mereka yang mulai tertarik untuk berspekulasi via waran atau bagi mereka yang ingin sekedar tau faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga waran, ikuti ulasan berikut ini. Faktor-faktor ini sangat membantu untuk mengambil keputusan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual waran sehingga bisa membukukan keuntungan (buy low sell high). Oleh karena waran merupakan call options atau hak untuk membeli suatu aset, maka harga sebuah waran sangat dipengaruhi oleh harga saham yang menjadi aset dasarnya. Singkatnya, harga waran akan memiliki batas terendah dan tertinggi. Batas harga tertinggi dari sebuah waran adalah sama dengan harga saham yang menjadi aset dasarnya. Logikanya, tidak ada orang yang mau membeli hak untuk membeli saham dengan harga yang lebih tinggi dari harga sahamnya sendiri. Harga terendah dari sebuah waran adalah perbedaan antara harga sahamnya di Bursa dengan exercise price-nya, dengan catatan perbedaan tersebut adalah positif. Jika perbedaannya negatif maka harga sebuah waran haruslah sama dengan nol. Harga terendah inilah yang disebut dengan nilai intrinsik sebuah waran.

Semakin tinggi harga saham dibursa dibandingkan dengan exercise price-nya akan semakin tinggi harga sebuah waran karena semakin tinggi nilai intrinsiknya. Tetapi pada kenyataannya harga waran akan lebih besar dari nilia intrinsiknya. Jadi untuk melakukan aksi spekulatif untuk meraup untung dengan berjual beli waran, selain mengetahui pergerakan nilai intrinsiknya tentunya juga sangat penting sekali untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.

Untuk memudahkan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi harga waran, kita menganggap nilai intrinsik sebuah waran adalah konstan dan jika satu factor dibahas dianggap faktor lain tidak berubah.
Pertama adalah jangka waktu jatuh tempo waran. Semakin panjang (pendek) umur sebuah waran akan semakin tinggi (rendah) nilai spekulatifnya tentunya juga harga waran tersebut. Kedua, volatilitas dari harga saham yang menjadi aset dasar waran. Semakin tinggi (rendah) volatilitas harga sahamnya akan semakin tinggi (rendah) nilai spekulatifnya dan akan semakin tinggi (rendah) harga waran tersebut. Ketiga adalah tingkat suku bunga bebas risiko. Kembali ke contoh PT. Z, dimana Anda hanya cukup mengelurkan Rp.100 untuk menguasai saham dengan nilai Rp.1500. jadi sebenarnya Anda memiliki leverage (pinjaman) sebesar Rp 1.400 (Rp 1.500- Rp 100). logisnya Rp 1.400 ini bisa ditabung pada tingkat bunga pasar yang bebas risiko. Jika tingkat suku bunga semakin tinggi (rendah), imbal hasil tabungan Anda juga akan mengalami kenaikan (penurunan). Karena itu semakin tinggi tingkat bunga bebas risiko, maka akan semakin tinggi nilai spekulatif sebuah waran dan tentunya akan mempengaruhi harga warannya, menjadi semakin tinggi.

Dalam kenyataannya semua factor ini berinteraksi membentuk sebuah harga waran. Walau terlihat berspekulasi waran tidaklah mahal, tetapi risikonya tidaklah kecil. Jadi untuk berspekulasi via waran dibutuhkan lebih dari sekedar ulasan diatas.

2. Right (Bukti Right)

Bukti right atau yang biasa juga dikenal dengan bukti hak memesan efek terlebih dahulu adalah hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan sebelum saham -saham tersebut ditawarkan kepada pihak lain. Yang mengeluarkan bukti right adalah perusahaan yang telah mencatat sahamnya di bursa.Cara membeli bukti right sama dengan cara membeli saham dan obligasi dan harga bukti right ditetapkan berdasarkan hasil tawar menawar dipapan transaksi. keuntungan yang diperoleh dalam membeli bukti right adalah berupa hak mendapatkan saham baru dan capital gain apabila dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari pada harga perolehannya. Karena perdagangan bukti right sifatnya adalah tunai,maka setelah mengadakan transaksi bukti right sebagai pembeli,harus membayar harga bukti right dan menyerahkan sertifikat bukti right apabila anda sebagai penjual

Mirip dengan warrant, right juga merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Bedanya dengan warrant yaitu masa perdagangan right sangat singkat, berkisar antara 1-2 minggu saja. Contoh: Metrodata mengeluarkan saham baru lewat mekanisme Right Issue atau disebut juga second offering untuk mengembangkan usahanya. Setiap pemilik 9 saham lama berhak mendapat 2 saham baru dengan harga exercise Rp 950. Hak untuk membeli saham baru inilah yang dinamakan

Jika pemegang saham lama tidak mau membeli tambahan saham baru tadi, ia bisa menjual sebagian atau semua Right yang ia miliki di pasar pada periode diperdagangkan . Jika memang mau menambah kepemilikannya, maka ia bisa mendapatkan saham baru Metrodata pada harga Rp 950. Harga warrant dan right yang wajar adalah harga pasar saham dikurangi harga exercise. Jika harga pasar warrant atau right lebih besar dari harga wajarnya, berarti ada premium yang dibayarkan.

3. Option (Kontrak Opsi)

STOCK OPTION, atau di Indonesia disebut Kontrak Opsi Saham, sebenarnya adalah hak kita untuk menjual (put option) atau membeli saham pada harga tertentu (call option). Jadi kalo kita beli option, bukan berarti kita beli sahamnya, tetapi kita hanya membeli hak untuk membeli dan menjual saham pada harga tertentu.

Option harus menyebutkan secara spesifik harga exercise (harga kesepakatan untuk menjual/membeli saham regardless market condition), jangka waktu berlakunya option (jelas expiry datenya misalnya expiry pada akhir agustus 2009, dsb), sifat option itu (apakah option buy atau option sell) dan stock/saham yang diperjanjikan (ini option untuk beli saham apa) Karena sifatnya yang mempunyai expiry date itu option mempunyai time value of money, artinya semakin dekat dengan expiry date dia semakin murah.

Option bisa dipergunakan sebagai sarana hedging (sarana lindung nilai yang berlaku seperti asuransi atas harga saham yang kita miliki). Jadi dengan memiliki put option, berapapun kejatuhan harga saham di bursa ada orang yang bersedia membeli saham kita pada harga yang sudah disepakati dan sayangnya banyak yang memakai untuk sarana spekulasi.

What is wonderful in option adalah banyaknya strategi option, seperti Butterfly, Straddle, Condor, dan masih banyak lagi strategi di luar sana. Hebatnya, dengan option jika kita salah kita bisa memperbaiki dengan mengadjust strategi kita dengan yang lain … istilahnya repair strategy

Frequently Asked Question about Option

Apa itu options?
Options adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Ada berapa tipe options?
Options ada dua tipe yaitu Call options dan Put Options

Apa itu call options?
Call Options adalah kontrak resmi yang memberikan Hak untuk membeli sebuah asset pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Apa itu put options?
Put options adalah kontrak resmi yang memberikan Hak untuk menjual sebuah asset pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. (kebalikan dari Call Option)

Apa beda options dengan saham?
Options merupakan derivative dari saham .

Apakah options beresiko?
Ya options beresiko jika kita tidak mengerti dan memahami dengan baik bagaimana trading di options. Tapi jika kita mempelajarinya dengan baik kita dapat merubah resiko menjadi peluang.

Apakah options menguntungkan?
Ya , dengan dibantu berbagai macam strategi dan pemahaman yang baik maka options bisa sangat menguntungkan.

Dalam keadaan market seperti apa options bisa menguntungkan?
Options berbeda dengan saham. Options dapat menguntungkan di segala situasi pasar , baik yang sedang naik , turun maupun relative tidak bergerak, tergantung strategi yang diterapkan.

Apa yang disebut dengan time value?
Time Value merupakan nilai waktu yang terkandung dalam harga options sebelum expired.

Apa yang disebut dengan intrinsic value?
Nilai yang sudah terkandung dalam harga suatu options.

Bagaimana menentukan harga options?
Harga Options meliput Intrinsic value dan Time Value

Harga Options = Intrinsic Value + Time Value

Sejak kapan options ada di pasaran?
Options secara resmi diperdagangkan melalui Chicago Board Options Exchange sejak tahun 1973.

Apakah options ada pasar modal Indonesia?
Ya, ada beberapa tetapi masih jarang sekali ditransaksikan sehingga tidak likuid.

Berapa banyak saham yang ada optionsnya?
Ada ribuan saham yang memiliki options.

Apakah Investasi di options aman?
Ya, tergantung pemilihan dari broker masing masing. Beberapa di antaranya dijamin oleh pemerintah USA.

Broker mana yang biasa dipakai untuk investasi di options?
Ada banyak sekali broker options di luar negeri. Banyak yang menawarkan transaksi options online langsung melalui internet. Beberapa di antaranya adalah OptionsXpress, InteractiveBrokers, Ameritrade, ETrade

Kapan options expired?
Biasanya Options expired setiap hari Jumat ketiga setiap bulannya.

Apa beda American Style dan European Style?
American Style = options bisa diexercised setiap saat sebelum kontrak tersebut expired

European Style = options bisa diexercised pada saat expiration time

4. Futures (Kontrak Berjangka)

Perdagangan Berjangka atau Futures Trading adalah salah-satu alternative berinvestasi, atau tepatnya bertransaksi 2 arah/ jual-beli yang dapat dilakukan pada saat yang sama, pada hari itu juga, pada jam itu juga, bahkan pada menit itu juga! Itu adalah jangka pendeknya. Untuk yang jangka panjang juga tidak kalah menarik dalam meyakini kemungkinan untuk dapat memanen keuntungan besar, biasanya rentang waktunya antara 4 – 6 bulan, untuk itu dibutuhkan analisa yang lebih mendalam. Perdagangan berjangka sebenarnya sudah lama dikenal di dunia, bahkan orang besar ini pun menjadi pelaku perdagangan berjangka, seperti kita-kita selaku investor, broker dan trader. Tokoh investor futures trading yang paling terkenal di jaman sekarang ini adalah George Soros. Tentunya kita sudah tahu siapa beliau.

 

 

Bisnis perdagangan berjangka ini memang tergolong masih muda di Indonesia, baru dikenal pada tahun 1970-an dan baru diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2000. Jadi resminya baru berjalan 10 tahun, oleh karena itu pasarnya masih luas, persyaratan untuk jadi investor pun masih mudah, asalkan punya uang sejumlah tertentu, sudah bisa trading diperdagangan berjangka dengan account standard dan account besar. Di Amerika Serikat peraturannya lebih ketat, tidak sembarang orang bisa jadi investor di perdagangan berjangka, tidak asal punya uang, namun ada syarat-syarat tertentu lagi. Kalau mini account, siapapun bisa melakukannya, terlebih di era informasi ini, perdagangan berjangka bisa dilakukan secara online, kapanpun dan dimanapun. Jadi lebih mudah, lebih cepat dan lebih leluasa, bahkan sudah menjadi gaya hidup terkini. Sambil bersantai di Café, hidupkan laptop, koneksi internet yang mudah, karena hotspot pun sudah banyak tersedia, trading sebentar, lalu profit! Betul-betul indah sekali hidup ini.

Beberapa orang menganggap perdagangan berjangka itu judi. Bukan, perdagangan berjangka bukanlah judi, karena perdagangan berjangka adalah sebuah alternative bisnis yang membutuhkan analisa pergerakan pasar, yakni analisa; fundamental, technical dan psikologis. Fundamental digunakan untuk jangka panjang, seperti pergerakan global dunia, perkembangan dan dinamika suatu Negara, kebijakan ekonomi, statement politik, pergerakan besar dari 3 besar penggerak ekonomi dunia (mata uang, minyak dan emas), kiprah perusahaan-perusahaan raksasa dunia, dan lain-lain. Technical adalah analisa turun-naiknya harga di pergerakan pasar yang digambarkan dengan grafik secara online, di sini yang dipelajari adalah karakter dari grafik tersebut melalui historinya. Psikologis adalah analisa untuk diri sendiri, analisa yang lebih pada kesiapan, kemantaban dan keberanian kita untuk mengambil keputusan. Perdagangan Berjangka memang bisa dipaksa mengarah ke perjudian jika kita bermental judi, yakni jika kita tidak menggunakan analisa-analisa tersebut. Kita bertransaksi hanya berdasarkan feeling-feeling-an saja, main masuk pasar secara asal saja, ini berbahaya, bisa loss uang kita. Semuanya tergantung kita mau di sisi mana kita di bisnis perdagangan berjangka.

Bursa berjangka adalah tempat/fasilitas memperjual belikan kontrak atas sejumlah komoditi atau instrumen keuangan dengan harga tertentu yang penyerahan barangnya disepakati akan dilakukan pada saat yang akan datang. Kontrak adalah mengikat pada saat terjadinya kesepakatan antara pembeli dan penjual. Tidak ada pasar sekunder untuk kontrak dalam perdagangan berjangka. Semua kontrak adalah kontrak primer dan setiap kontrak (dengan subjek kontrak tertentu) yang terjadi (dibuka) harus didaftarkan pada otoritas bursa setempat, jadi kontrak diciptakan di bursa.

Perbedaan antara Bursa Berjangka dengan Bursa Saham

Kontrak perdagangan berjangka tidak diterbitkan sebagaimana dalam penerbitan saham tetapi “terbentuk” sewaktu ada pihak pembeli (disebut dengan istilah long) dan ada pihak pembeli (yang disebut short) Pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan, dimana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short. di Bursa saham, jumlah efek yang terdaftaradalah terbatas. Penjual, kecuali emiten, tidak dapat menciptakan saham itu, karena di pasar modal penjual harus memiliki atau meminjam efek, sebelum boleh menjualnya. Sedangkan pada bursa berjangka, pihak pembeli dan penjual kontrak menciptakan kontrak baru setiap kali mereka mencapai kesepakatan. Kalau bukan untuk menutup posisi long sebelumnya, pasti pihak penjual akan menjadi short. Short dan long selalu berpasangan, dimana ada pihak yang memiliki posisi long, pasti ada pihak yang short.

Futures Trading Room derivatives prices derivative trading room

Di pasar berjangka, investor mungkin merealisasi rugi atau laba, baik waktu membeli maupun menjual, bila transaksi pembelian ataupun penjualan itu ditutup posisinya. Baik pembeli maupun penjual mungkin tidak merealisasikan rugi atau laba kalau pembelian atau penjualan itu terus membuka posisinya. Sedangkan pada pasar modal, penjual tidak boleh short. Investor di pasar modal hanya akan mungkin merealisasi rugi atau laba pada waktu menjual saham yang dimilikinya. Kemungkinan laba hanya ada pada penjual, sedangkan pembeli hanya akan merealisasikan rugi atau labanya pada waktu menjual.

Dipasar modal yang terjadi adalah perdagangan fisik di mana jual beli saham dilakukan secara fisik, sehingga terjadi serah terima saham secara fisik dengan kewajiban membayar senilai 100% dari transaksi, sedangkan dalam perdagangan berjangka yang diperdagangkan adalah kontrak/janji atau kesepakatan untuk menyerahkan atau menerima suatu barang tertentu di kemudian hari. Sebagai penjual atau pembeli dalam pasar berjangka wajib menyerahkan sejumlah dana hanya sekitar 5 – 10% dari nilai komoditi yang ditransaksikan sebagai itikad baik (good faith) yang disebut margin.