Archives

Powered by CMS Forex
free counters

Emas

Emas, Investasi yang Hampir Dilupakan

Ketika arus modernisasi menguat, terjadi pergeseran nilai. Kian tinggi pendidikan, semakin realistis masyarakat. Berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan, perlahan tapi pasti, orang mulai melirik investasi modern lainnya seperti: Tabungan, Deposito, Saham, Reksadana dan lain sebagainya. Namun dua kali krisis moneter terjadi di Indonesia, tahun 1998 dan 2008, investasi Emas mebuktikan jauh lebih aman dari investasi lainnya.

gold i oz gold Gold Coin gold 01

Pertama, emas adalah benda yg mempunyai NILAI INFLASI NOL. Kedua, tiap tahun harga emas mengalami kenaikan rata-rata sekitar 20% -30% bahkan lebih. Tapi sebetulnya bukan harga emas yang naik…nilai emas tetap saja segitu, tapi nilai uang yang terus turun, jadi seolah-olah emas yang naik. Kalau kita punya uang lalu disimpan di bank apalagi untuk jangka panjang, sesungguhnya tanpa kita sadari uang kita tersebut berkurang karena inflasi. Nilai uang 100 juta saat ini tidak sama dengan nilai uang 100 jt 10 tahun yang akan datang. Dari data yg ada hitungan inflasi bisa mencapai 10%/thn, sementara bunga tabungan hanya 2.5%-3.5% per-tahun atau paling besar juga deposito 6%-7% per-tahun.

Uang seharusnya memiliki tiga fungsi utama: Sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), Sebagai Satuan Pembukuan (Unit of Account) dan Sebagai Unit Penyimpanan Nilai (Store of Value). Pertanyaannya adalah, apakah Uang Kertas yang kita pergunakan sehari-hari memiliki ketiga fungsi tersebut?

- Fungsi sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), jawabannya YA. Secara de facto dan de jure, Uang Kertas saat ini menjadi satu-satunya alat tukar yang sah dan kita pergunakan sehari-hari.

- Fungsi sebagai Satuan Pembukuan (Unit of Account), jawabannya YA. Walaupun ini masih harus dipertanyakan, mengapa karena salah satu prinsip Akuntansi dan Pembukuan adalah konsistensi, sementara nilai Uang Kertas tidak pernah konsisten. Nanti kita bahas dalam artikel yang berbeda, saat ini saya tidak akan membahas ini.

- Fungsi sebagai Unit Penyimpanan Nilai (Store of Value). Kalau ini jawabannya sudah jelas TIDAK. Setiap saat secara perlahan dan PASTI nilai Uang Kertas Anda di “rampok” oleh oknum yang namanya INFLASI.

Beberapa manfaat dari kepemilikan Emas secara fisik adalah sebagai berikut :

  1. Tidak Ada Counterparty Risk Dalam Emas. Ketika Anda memegang Emas, Anda memegang Tangible Asset yang tidak tergantung pada orang lain. Tangible Asset dalam genggaman Anda ini menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda. Tanyakan pada orang yang menaruh uang di Lehman Brothers (Amerika) misalnya. Juga pada orang yang mengalami krisis finansial yang serius di negaranya, maka Anda akan tahu betapa pentingnya Tangible Asset berupa Emas ini
  2. Konsistensi Daya Beli. Katakanlah harga Emas turun menjadi US$ 500/troy oz dua tahun lagi, pastilah harga komiditi yang lain seperti gandum, minyak, dsb juga ikut turun. Statistik berabad-abad menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara harga Emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia. Jadi seandainya harga Emas turun, Anda juga tidak mengalami penurunan dalam kemakmuran Anda, karena Anda akan tetap dapat membeli barang-barang kebutuhan Anda dengan jumlah Emas yang sama.
  3. Tidak Tergantung Pada Keputusan Pemerintah. Beda dengan Uang Kertas yang nilainya bergantung pada keputusan pemerintah dan birokrat masing-masing negara, Emas nilainya sama sekali tidak bergantung mereka. Dengan memegang Emas, Anda tidak perlu mencemaskan keputusan Pemerintah Anda tentang suku bunga dan sejenisnya.
  4. Asset Yang Berada Di Luar Sistem Perbankan. Dengan Emas Anda berkesempatan untuk memiliki aset yang di luar pengaruh sistem perbankan sama sekali. Kita tahu bahwa perbankan di seluruh dunia tanpa terkecuali negara maju sekalipun selalu dihantui krisis dari waktu ke waktu. Dengan Emas Anda akan terbebas dari pusaran krisis perbankan yang bisa muncul kapan saja dan di mana saja.
  5. Motivasi untuk strategi ketahanan financial. Emas sudah terbukti dan teruji dalam rentang waktu yang sangat panjang dalam melawan Inflasi. Orang cenderung akan membeli Emas apabila ia tahu inflasi akan memburuk.

Mengapa Emas disebut sebagai Logam Terpilih?

- Emas adalah Lambang Kekayaan, karena Emas adalah Uang, namun jika Emas dibandingkan dengan uang kertas, ibarat langit dan bumi. Secara de-facto Emas adalah mata uang seluruh dunia, tidak seperti uang kertas yang diterima dan bisa dipakai sebagai alat tukar karena ‘dipaksa oleh pemerintah.

- Emas juga merupakan Lambang Kecantikan, semua orang tahu bahwa Emas adalah logam utama untuk membuat perhiasan. Sifat uniknya yang berwarna kuning berkilau, lembut, tidak berkarat dan sukar diperoleh menyebabkan Emas mendapat tempat di hati manusia.

Sejak ribuan tahun yang lalu manusia telah membuat perhiasan menggunakan Emas dan hingga hari ini, manusia masih menyukai dan menghargai Emas. Selain itu Emas juga memunyai sisi sentimental kepada manusia. Di India misalnya, masyarakatnya amat menghargai dan menyimpan Emas. Dowri atau mas kawin bagi orang India biasanya adalah Emas, semakin banyak Emas yang dipakai oleh pengantin perempuan semakin baik. Karena melambangkan rezeki yang dibawa oleh pengantin perempuan kepada keluarga pengantin laki-laki.

- Emas itu Lambang Kekuasaan. Raja-raja biasanya menggunakan Emas pada Mahkota, senjata dan alat-alat kebesaran kerajaan. Ini secara tidak langsung mengaitkan Emas dengan kekuasaan.

Mengenal Satuan dan Istilah dalam Emas

Di pasar dunia untuk satuan berat emas sering digunakan istilah Troy Ounce atau Troy oz atau TOZ. 1 Troy oz = 31,1034768 gram. Di masyarakat awam satuan gram lebih sering digunakan daripada TOZ. Untuk mengkonversi harga emas dunia ke dalam rupiah dapat digunakan rumus berikut ini :

Harga emas/31,1035 * kurs rupiah terhadap dolar US saat ini.

Karat (carat, ct, kt) dalam dunia emas adalah satuan untuk mengukur kadar kemurnian logam mulia tersebut. Tetapi di dunia batu mulia (berlian) karat adalah satuan untuk mengukur massa dari batu tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari kerancuan, di Amerika Serikat dan Kanada pelafalan “karat” digunakan untuk emas sedangkan “carat” untuk mengukur batu mulia. Satu karat setara dengan massa emas murni dalam suatu material dibagi dengan total massa dari material tersebut. Dengan demikian Emas 24 karat setara dengan 99% emas ( tidak 100 % karena dianggap tidak ada material yang sempurna), emas 18 karat sama dengan 75 % emas dan emas 12 karat setara dengan 50 % emas dan seterusnya.

Sejarah Emas

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan sebenarnya Emas mulai pertama dikenal dan memiliki nilai. Menurut sejarah peradaban, Emas mulai dikenal manusia sejak manusia mulai berbudaya. Sebagai sesuatu yang mempunyai nilai tinggi, Emas mulai dikenal pada masa kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christoper Columbus dan Vasco da Gamma yang pada ahirnya memulai masa imperialisme.

goldbar gold bars gold coins gold jewellery

Namun jauh sebelum itu, Emas telah dikenal sejak 40 ribu tahun sebelum masehi. Sejumlah suku pedalaman sudah mengenal Emas dan dijadikan sebagai alat budaya khususnya perlengkapan spiritual kuno. Dalam sejarah, masyarakat Mesir Kuno (Circa) tahun 1932 sebelum masehi mereka memakamkan Raja Tutankhamen dalam peti Emas seberat hampir 2.500 pound. Raja Croesus dari Lydia (kini merupakan wilayah Turki) pada 560 tahun sebelum Masehi memerintahkan pembuatan koin emas pertama dan peristiwa ini menandai sejarah emas sebagai alat untuk bertransaksi. Bangsa Romawi sendiri pada tahun 50 SM, mulai menggunakan koin Emas sebagai alat transaksi.

Sebagai komoditi pertambangan, Emas mempunyai sejarah yang sangat panjang. Diperkirakan sejarah penambangan Emas sudah dimulai sejak 2000-5000 tahun SM. Begitu panjangnya usia kegiatan pertambangan Emas tentunya juga banyak mengalami perubahan metoda, dimulai dengan cara pertambangan tradisional yaitu menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, kemudian motoda Sianida, flotasi dan heap leaching. Pertambangan Emas terbesar saat ini adalah Afrika Selatan, kendati demikian tidak berarti Afrika Selatan memilki cadangan emas terbesar. Sesuai sifatnya Emas memang tidak habis dikonsumsi, berbeda dengan komoditi lain yang habis dikonsumsi sehingga memungkinkan negara lain yang tidak memilki tambang Emas yang banyak tetapi justru memilki cadangan Emas yang besar, hal ini terkait dengan fungsi Emas sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter serta investasi.

Emas Sebagai Alat Tukar
Emas dalam bentuk koin sebagai alat tukar telah dimulai pada masa Raja Croesus dari Lydia (Turki) sekitar tahun 560 SM. Koin Emas juga digunakan sebagai alat tukar dimasa Kerajaan Romawi pada zaman pemerintahan Julius Caesar. Lahirnya Islam sebagai sebuah peradaban dunia telah memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan emas sebagai mata uang (dinar) yang digunakan dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan. Pada saat itu, ditetapkan berat standar dinar diukur dengan 22 karat emas, atau setara dengan 4,25 gram (diameter 23 milimeter). Standar ini kemudian dibakukan oleh World Islamic Trading Organization (WITO), dan berlaku hingga sekarang.

1 Koin Dinar Emas = 4,25 gram Emas 22 Karat

Perkembangan perdagangan yang makin pesat menuntut penggunaan alat tukar yang lebih fleksibel, ringan dan mudah dibawa tanpa mengurangi nilai; mendorong diciptakannya uang kertas atau uang Fiat. Pada mulanya uang kertas yang dicetak harus disertai dengan penjaminan, jaminan atas uang kertas yang dicetak ini berupa Emas (cadangan Devisa Emas). Sebuah negara tidak bisa sembarangan mencetak uang kertas tanpa jaminan stok Emas yang memadai. Inilah yang kemudian dikenal dengan Standar Emas dan momentum ini ditandai dengan ditanda-tanganinya perjanjian Bretton Woods tahun 1994 yang didukung oleh tidak kurang dari 44 negara.

gold dinar gold dinar demak gold dinar sukuk

Menurut perjanjian Bretton Wood, masing-masing negara mematok mata uang kertasnya terhadap USD Dolllar dengan jaminan Emas, yaitu, USD 35 dijamin dengan satu ounce Emas. Perjanjian atau standar Emas ini berlangsung 27 tahun hingga tahun 19971, dimana pada tahun 1971 pemerintah Amerika Serikat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat perang vietnam tidak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang kertas dengan cadangan Emas yang dimilikinya, akibat besarnya aliran penukaran US Dollar dengan Emas, sehingga mendorong pemerintah AS memutuskan tidak lagi menjamin US Dollar dengan Emas, sejak itu mata uang kertas tidak lagi dijamin dengan Emas tetapi ditentukan oleh kepercayaan yang didukung oleh ketersediaan cadangan devisa (Emas dan valuta asing) yang dimiliki bank sentral masing-masing negara dan supply-demand yang ditentukan kondisi fundamental ekonomi masing-masing negara.

Dampak Penghapusan Standar Emas
Saat ini perekonomian global sangat tergantung pada Dollar Amerika. Perekonomian global terbentuk untuk menghasilkan barang dan jasa semurah mungkin untuk dikonsumsi oleh Amerika sebagai negara yang paling besar menyerap produksi dan negara yang paling konsumtif. Dollar Amerika kemudian menjadi pengganti Emas dan secara de facto merupakan fundamental dari sistem moneter global di seluruh pelosok dunia, segala sesuatu yang memiliki nilai selalu diukur dan dibandingkan dengan Dollar, bukan lagi Emas…

Kondisi ini membuat siapapun yang menggunakan Dollar terpaksa ikut terkena dampak dari setiap pergerakan Dollar, termasuk menanggung hutang dan defisit bangsa Amerika. Ekonomi global makin bergantung pada perekonomian Amerika, sementara rumah tangga Amerika itu sendiri sekarang tergantung pada penurunan nilai Dollar. Memang sebelum perang Vietnam, Amerika memiliki posisi keuangan yang kokoh dan memegang lebih dari separo cadangan devisa dunia waktu itu. Saat ini… situasi sudah berubah jauh. Bangsa Amerika sangat menggantungkan tabungan dari negara-negara lain untuk membiayai hutang dan defisit keuangan mereka. Lebih dari 60% sirkulasi Dollar berada di luar Amerika dan sebagian besar obligasi pemerintah Amerika dimiliki oleh asing – khususnya China dan Jepang.

Pergerakan naik/turunnya harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:

1. Inflasi. Inflasi tidak pernah mengalahkan harga Emas, kenaikan harga Emas selalu di atas nilai Inflasi. Berbeda dengan bunga bank, bunga bank tidak akan pernah melibihi nilai inflasi. Bank akan merugi jika memberikan suku bunga tabungan melibihi nilai Inflasi. Biasanya pemerintah akan menentukan asumsi nilai Inflasi pada periode Anggaran yang sedang berjalan, nah apabila prediksi tersebut di tengah jalan berubah drastis menjadi lebih tinggi, maka harga Emas akan meroket naik.

2. Terjadi Krisis Financial. Setiap lima tahun biasanya terjadi krisis financial berskala kecil dan setiap sepuluh tahun krisis yang sama dalam skala yang lebih besar biasanya terulang. Disaat seperti ini timbul pula krisis kepercayaan, orang banyak yang tidak mau menyimpan surat berharga bahkan uang. Mereka kemudian mengalihkannya ke dalam bentuk Emas. Akibatnya harga Emas akan melonjak tinggi.

3. Kurs Dollar Menguat Tajam. Bagi kita di Indonesia ber-investasi Emas tampaknya merupakan sebuah keharusan. Kenapa? selain faktor harga Emas dunia yang terus menguat, faktor nilai rupiah terhadap dollar yang tidak pernah menguat membuat harga Emas di Indonesia terus naik.

4. Harga Minyak. Ada hal yang menarik antara harga Emas dan Harga Minyak Mentah. Apabila minyak dibeli dengan Emas, maka jumlah Emas yang dibutuhkan untuk membeli minyak relatif tidak berubah dari 60 tahun terahir ini (saya akan bahas khusus mengenai ini pada artikel terpisah). Jadi apabila terjadi kenaikan harga Minyak mentah dunia, maka harga Emas akan ikut naik. Semakin tinggi kenaikan harga minyak, maka harga Emas-pun akan meroket, dan tentunya akan diikuti oleh kenaikan harga Emas di pasar domestik.

5. Naiknya Permintaan Emas di Pasar Lokal. India dan China merupakan negara dengan permintaan Emas paling tinggi di dunia. Pada musim-musim tertentu seperti musim kawin di India, permintaan Emas di pasar lokal India menjadi sangat tinggi, dan karenanya dapat mempengaruhi permintaan Emas dunia. Hal ini biasanya terjadi pada bulan September, kemudian disusul dengan musim Natal di America dan Eropa, pada saat-saat seperti ini permintaan akan Emas terus meningkat yang menyebabkan harga Emas menjadi naik.

6. Naiknya Permintaan Emas untuk Cadangan Devisa. Biasanya kalau kurs valuta asing mengalami gonjang ganjing, bank bank sentral setiap negara akan memperkuat cadangan emasnya. Bila bank bank memperkuat cadangan emasnya maka keseimbangan emas akan berubah. Apalagi jika yang bermain adalah negara negara dengan cadangan devisa yang besar.

Memilih Emas untuk Investasi

Saat ini dipasaran ada tiga jenis Emas yang beredar. Ada yang dalam bentuk Perhiasan, Koin Emas dan Emas Batangan. Ketiganya mempunyai kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi, yaitu, semuanya mempunyai nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan nilai yang melekat pada benda itu (innate). Ketiga unggulan ini tidak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti uang kertas, saham dan surat berharga lainnya.

Emas Dalam Bentuk Perhiasan.
Jenis Emas seperti ini paling tidak disarankan untuk Investasi, tapi Emas dalam bentuk perhiasan adalah jenis Emas yang bisa memberikan utilitas bagi pemiliknya. Selain untuk Investasi, juga sebagai perhiasan yang dipakai sehari-hari. Berbeda dengan asset seperti kendaraan yang nilainya langsung turun ketika keluar dari showroom, harga Emas tidak mengalami penurunan secara continue.

Kenapa tidak disarankan untuk Investasi? karena ketika Anda membeli perhiasan, uang yang Anda bayarkan terdiri untuk harga emasnya, ongkos pembuatan, desain dan merk. Disini emosional Anda sebagai pembeli dimainkan, semakin terkenal merknya, semakin bagus desainnya semakin mahal perhiasannya. Namun ketika Anda jual kembali yang dihargai hanya Emasnya saja. Selain itu, kadar emas dalam bentuk ini biasanya kurang dari 24 karat dan kebanyakan harganya lebih ditentukan oleh nilai seni dari perhiasan itu. Jadi kalau punya gelang dihargai 1 juta, jika dilihat kadar emasnya aja tidak akan senilai itu. Oleh karena itu kalau menjual perhiasan emas seringkali turun harganya, padahal sebenarnya ini hanya di hargai emasnya saja. Kemudian Emas dalam bentuk perhiasan tidak mudah diperjual-belikan sesama pengguna, karena ada kendala model dan ukuran.

Emas Dalam Bentuk Koin
Koin adalah salah satu bentuk lain dari Emas. Selain memiliki nilai intristik, koin emas juga memiliki nilai ekstrinsik, yaitu nilai kelangkaannya. Ada koin Emas yang karena nilai sejarahnya berharga sampai dengan 50 milyar.

Ada berbagai jenis koin Emas yang beredar di masyarakat, Koin Dinar Emas, Koin Shio, Koin Polos, dsb dengan kadar yang berbeda-beda pula.

Ada beberapa keuntungan dalam ber-investasi koin Emas, diantaranya:

  1. Memiliki sifat Unit Account, mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau Anda punya 100 koin dan hari ini perlu 5 koin, tinggal dilepas yang 5 koin. Sisanya disimpan.
  2. Sangat liquid, mudah diperjualbelikan diantaranya karena memiliki sifat Unit Account
  3. Nilai jual kembali tinggi, karena mengikuti perkembangan harga Emas International.
  4. Mudah diperjualbelikan antas sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Namun koin Emas ini memiliki kelemahan. Di Indonesia koin Emas dianggap perhiasan, sehingga pembelian koin Emas dikenakan PPn 10%. Kemudian biaya pembuatan koin Emas ini masih cukup tinggi, berkisar antara 3% – 5%.

Emas Batangan
Emas Batangan terdiri dari bermacam ukuran mulai dari 1 gr, 2.5 gt, 5 gr, 10 gr, 25 gr, 50 gr, 100 gr, 1 kg. Emas dalam bentuk ini sangat cocok untuk dijadikan sarana Investasi. Dimanapun kapanpun kita ingin menjualnya, nilainya akan mengikuti standar International. Untuk Investasi sangat disarankan menggunakan Emas Batangan yang mempunyai kadar 24 Karat dan tingkat kemurnian 99.99%. Emas batangan seperti ini hanya diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tertentu, karena untuk memurnikan Emas sampai dengan 99.99% memerlukan investasi peralatan yang sangat mahal. Oleh karena itu hanya ada 55 perusahaan di dunia ini yang bisa memurnikan Emas sampai dengan 99.99%. Kabar baiknya adalah, di Indonesia PT Aneka Tambang (ANTAM) melalui unit bisnisnya Logam Mulia adalah salah satu dari 55 perusahaan tersebut. Jadi, belilah Emas yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut, biasanya Emas jenis ini akan disertai dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh pabrik yang memuat tentang kadar Emas, berat dan keabsahannya. Emas batangan seperti ini memang sangat ideal untuk investasi, terdiri dari unit terkecil 1 gram s/d 1 kg.

Risiko Investasi Emas

Meski terbilang sebagai investasi yang aman, investasi emas apapun bentuknya masih menyisakan peluang risiko, sesuai dengan konsep high risk high gain. Menurut Alfred hal ini sangat terkait dengan pengetahuan pasar para investor emas. Risiko itu ada terkait dengan pasar, bisa lewat berita, koreksi emas bisa terjadi. Ia memprediksi ke depannya ketika resesi dunia semakin parah yaitu ke arah depresi global, maka reaksi awal dari pergerakan harga emas pasti akan terjadi penurunan, namun seiring berjalannya waktu akan bisa naik kembali. Makanya investasi emas BUKAN UNTUK SPEKULASI tapi untuk INVESTASI, minimal 1-3 tahun.

Perdagangan Emas di Bursa Berjangka

Dengan bantuan teknologi emas bisa diperjualbelikan sebagai komoditas di perdagangan berjangka (future trading/margin trading). Artinya Anda tidak memegang fisik dari emas yang Anda beli, tetapi hanya memilki bukti administrasi atas kepemilikannya. Hebatnya lagi dengan berinvestasi dalam bursa berjangka, Anda tak harus menyiapkan dana besar atau modal besar.

Berinvestasi emas di Bursa Berjangka terkesan agak berbeda, karena Anda bisa menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga murah (sell high, buy low). Transaksi di Bursa Berjangka merupakan transaksi perdagangan yang bertujuan mengurangi risiko dan sekaligus mencari keuntungan dari selisih jual-beli sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan, dalam hal ini adalah emas. Pada posisi jual (short), seorang pelaku akan mengambil posisi jual terhadap komoditas untuk melindungi risiko penurunan harga pada masa mendatang. konkretnya, seorang pelaku memperkirakan bahwa harga komoditas akan menurun, sehingga dia menjualnya saat ini dengan harga yang lebih mahal dan nantinya bisa membeli kembali ketika harga komoditas sudah lebih murah. Sementara itu, posisi beli (long), seorang pelaku memasang posisi beli pada suatu komoditas. Pertimbangannya, harga komoditas tersebut pada masa mendatang diperkirakan akan naik. Jadi, beli pada saat murah dan nanti bisa menjualnya kembali pada harga yang lebih mahal.

Untuk turut bertransaksi emas di bursa berjangka, Anda cukup dengan membuka rekening di salah satu Marketiva. Selanjutnya, nilai per kontrak (lot) akan berfluktuasi seiring dengan naik-turunnya harga emas di bursa. Anda bisa saja menutup posisi Anda walau belum jatuh tempo, caranya dengan mengambil posisi sebaliknya dari posisi awal Anda pada kontrak yang sama.

Sebelum Anda melakukan transaksi/ perdagangan emas di bursa berjangka, tentunya anda harus mempertimbangkan beberapa hal, misalkan terkait dengan masalah fundamental komoditi yang Anda ingin perdagangkan dalam hal ini adalah emas. Aspek fundamental terkait dengan emas tersebut, apakah permintaannya semakin bertambah atau malah berkurang? Dari sisi demand juga perlu dipertimbangkan. Dan kedua adalah berkaitan dengan aspek teknikal. Dalam hal ini, alat utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan harga emas dalam kurun waktu tertentu. Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan investasi emas di Bursa Berjangka. Yang paling esensial dari berinvestasi adalah jangan pernah berinvestasi kalau Anda tidak paham karakteristik investasi tersebut.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Sekolah Internet Indonesia

Rahasia Flip Klik Disini

Panduan Rahasia Dropshipping

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.