Archives

Powered by CMS Forex
free counters

FAQ

Di halaman FAQ (Frequently Ask Question) ini, saya menyertakan pertanyaan dan jawaban seputar investasi pasar modal yang sering diajukan kepada saya baik melalui telepon, sms maupun email. Halaman FAQ ini juga bertujuan untuk lebih memperjelas mengenai apa yang telah rekan2 sekalian baca di artikel artikel sebelumnya pada situs ini.  Saya sengaja menggunakan bahasa sehari hari yang lebih mudah dicerna dan lebih simpel dengan disertai ilustrasi dan contoh disini untuk lebih memudahkan pemahaman. Semoga Bermanfaat.

Apakah web/situs www.investasi-saham.com ini ?

Web/Situs ini adalah situs pembelajaran yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan cara ber investasi di Pasar Modal seperti Saham, Obligasi dan Reksadana.

Apa bedanya Investasi di Pasar Modal dengan Investasi di Tabungan atau Deposito ?

Investasi di Pasar Modal dapat memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan  atau deposito di bank. Di negara maju pada umumnya, suku bunga tabungan dan deposito bank sangatlah kecil sehingga bagi individual retail maupun institusi lebih menyukai investasi di paper asset khususnya di saham yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi.

Apa sich perbedaan  Saham dan Reksadana ?

Dengan berinvestasi di saham, maka si investor memiliki kebebasan dan keleluasaan sendiri bagaimana caranya dia ingin mengelola portfolio investasinya. Ibarat menjalankan bisnis, maka si investor sendirilah yang mengambil keputusan apa yang harus dilakukannya agar investasi nya bisa bertambah dan menghasilkan. Jadi keputusan ada di tangan si investor sendiri, apakah mau memperoleh untung banyak, sedang atau sedikit. Tentu saja semua itu dilakukan dengan berbagai analisa dan rekomendasi dan nasehat dari broker/pialang saham dari investor tersebut. Namun jika investor cukup menguasai ilmu menganalisa dan selalu update mengenai berita dan keadaan ekonomi,politik dan faktor2 lain yang mempengaruhi harga saham baik faktor internal maupun eksternal, maka investor tersebut dapat mengambil keputusan sendiri dalam melakukan aksi membeli atau menjual saham tanpa campur tangan brokernya. Keuntungan dari investasi saham sendiri berasal dari capital gain (selisih antara harga beli dan harga jual saham tersebut) dan deviden (pembagian laba/untung oleh perusahaan kepada pemegang saham yang biasanya dibagikan minimal setahun sekali). Ibarat mengendarai mobil, maka investasi saham seperti investor yang mengendarai mobilnya sendiri kemanapun tujuan yang ingin dicapainya.

Dengan berinvestasi di Reksadana, si investor tidak perlu bersusah payah untuk memonitor dan mengelola sendiri portfolio investasi nya karena semua itu akan dilakukan oleh Perusahaan Manajer Investasi/ Fund Manajer. Jadi investor cuma perlu membeli unit penyertaan dan setelah itu duduk diam dan menjalankan aktifitasnya sehari hari seperti biasa sambil sesekali memonitor nilai unit penyertaan yang telah dibelinya tersebut melalui surat kabar ekonomi seperti harian Bisnis Indonesia, Kontan maupun Investor Daily, apakah nilainya naik, turun atau stagnan. Keuntungan dari investasi Reksadana sendiri berasal dari capital gain yaitu selisih antara harga beli unit penyertaan dengan harga jual unit penyertaan. Ibarat mengendarai mobil, maka investasi reksadana seperti memiliki supir pribadi yang akan membawa kemanapun tujuan yang kita inginkan.

Apa perbedaan Obligasi (Bond) dengan Tabungan/Deposito ?

Baik obligasi dan tabungan/deposito, sama sama memberikan pendapatan tetap kepada investor berupa bunga. Bedanya bunga pinjaman yang diberikan oleh obligasi kepada investor jauh lebih besar daripada bunga tabungan/deposito. Trus Obligasi tersebut dapat diperjual belikan di bursa sehingga dapat dipindah tangankan sedangan tabungan/tabungan tidak bisa. Obligasi diterbitkan oleh perusahaan/institusi/lembaga sedangkan deposito diterbitkan oleh Bank. Pada umumnya investasi Obligasi dilakukan oleh investor individual yang memiliki asset yang besar atau pun investor institusi karena modal yang diperlukan cukup besar. (di Indonesia, Pada umumnya investasi di obligasi minimal Rp. 1 Milyar.

Mengapa Perusahaan ingin menerbitkan Obligasi?

Obligasi itu adalah surat hutang. Jadi obligasi itu adalah pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan/lembaga/institusi dari investor dimana perusahaan tersebut berkewajiban untuk membayar bunga beserta pokok pinjamannya disaat jatuh tempo obligasi tersebut.

Mengapa perusahaan ingin menerbitkan obligasi untuk memperoleh pinjaman? Mengapa tidak meminjam dari Bank?

Dari segi perusahaan, bunga yang wajib dibayar oleh perusahaan kepada bank jauh lebih besar daripada bunga yang wajib dibayar oleh perusahaan kepada investor yang membeli/memegang obligasi yang diterbitkan perusahaan tersebut. Sedangkan dari segi investor, bunga yang akan diterima investor dari obligasi jauh lebih tinggi daripada bunga yang berasal dari tabungan/deposito dari si investor. Jadi ini merupakan win win solution bagi kedua belah pihak, baik pihak perusahaan mau investor.

Bagaimana cara memulai untuk berinvestasi di Pasar Modal ?

Sama seperti jika investor ingin menabung di tabungan/deposito, tentu pertama sekali yang dilakukan adalah dengan pergi ke bank dan membuka rekening di bank tersebut. Bedanya, untuk investasi di pasar modal, investor dapat memulainya dengan membuka Rekening Efek di Perusahaan Sekuritas.

Apa itu Rekening Efek ?

Definisi dari efek itu sendiri adalah surat berharga yang dapat diperjual belikan. Sering juga disebut sekuritas/securities. (Istilah securities di sini berbeda dengan istilah sekuriti alias pengamanan). Jadi Rekening efek adalah rekening investor yang berisi kumpulan harta/asset investor berupa uang tunai, dan surat surat berharga seperti saham,obligasi dan reksadana.

 

Apakah investasi saham ini sama dengan memulai dan menjalankan sebuah bisnis  konvensional?

Bisa dikatakan sama. Saya akan memberi sebuah ilustrasi. Anda memiliki modal Rp.50 Juta. Anda ingin membuka bisnis bengkel mobil yang memerlukan modal sekitar Rp. 500 juta. Karena modal yang diperlukan tidak mencukupi maka anda akan mengajak teman2 maupun famili2 anda yang memiliki dana untuk menanam modal di perusahaan tersebut. Bisa dikatakan anda mencari investor yang ingin berinvestasi di bisnis tersebut dengan menanamkan saham bukan? Ingat, setelah anda berhasil menemukan investor yang berminat serta dana yang diperlukan, tidak serta merta membuat bisnis tersebut langsung menghasilkan. Karena bisnis yang anda rintis ini dimulai dari nol, maka anda perlu mencari tempat usaha dengan cara membeli atau menyewa tanah/bangunan. Anda juga perlu mencari pegawai dan montir yang ahli. Membeli peralatan dan perlengkapan untuk modal usaha. Setelah itu tentu anda butuh marketing dan promosi bukan agar dapat memperoleh pelanggan yang datang ke bengkel anda mengingat persaingan dunia usaha juga makin ketat belakangan ini. Apakah menurut anda ini pekerjaan yang mudah? Apakah ada jaminan kalau bisnis yang akan anda rintis ini akan membuahkan hasil nantinya mengingat anda adalah pemain baru di industri ini dan harus bersaingan dengan para pemain lama dengan persaingan harga dan service yang sangat kompetitif ?

Nah, sekarang bandingkan dengan investasi saham. Tentu anda tahu, saat ini ada lebih dari 400 perusahaan berstatus Perseroan Terbatas (PT) Tbk yang telah Go Public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek. Perusahaan tersebut berasal dari industri dan bidang yang berbeda beda, misalnya perusahaan lembaga keuangan seperti bank, perusahaan telekomunikasi, perusahaan otomotif, perusahaan farmasi, perusahaan pertambangan, perusahaan perkebunan, perusahaan consumer goods, dan lain lain, baik perusahaan BUMN maupun swasta. Siapa sich yang tidak mengenal PT Telkom, PT Jasa Marga, PT Astra Internasional, PT Indofood, PT Indosat, PT Krakatau Steel, PT Agung Podomoro Land, PT Aneka Tambang, PT Bumi Resources, PT PP London Sumatra, PT Bank Central Asia, PT Bank Mandiri, PT Unilever, PT Gudang Garam, PT Kalbe Farma dan masih banyak lagi. Dengan membeli saham dari perusahaan tersebut,bukannya secara otomatis anda menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut ? Bayangkan, anda tidak perlu bersusah payah merintis usaha dari nol. Anda cukup menanamkan modal ke dalam perusahaan yang memang sudah terkenal dan telah berdiri cukup lama. Dimana perusahaan tersebut dijalankan oleh para jajaran direksi dan staff yang tentu saja cukup kompeten dan ahli di bidangnya masing2 dengan jumlah karyawan dan pegawai mungkin berjumlah ribuan.

Ingat, anggap investasi ini seperti layaknya bisnis. Makin besar modal yang anda pakai untuk menjalankan bisnis ini, maka makin besar imbal hasil yang akan anda hasil kan dari bisnis investasi ini. Jika anda memiliki dana menganggur yang cukup besar, tidak ada salahnya jika anda mencoba investasi di pasar modal ini. Daripada nilai uang anda tahun demi tahun berkurang nilainya karena tergerus inflasi?

Saya masih bingung bagaimana saham tersebut dapat memberikan penghasilan berupa deviden bagi saya?

Mengambil ilustrasi dari bisnis bengkel mobil di atas. Jika bengkel tersebut menghasilkan laba, maka pasti setiap tahun para pemegang saham mengharapkan pembagian keuntungan bukan? Mungkin pembagian keuntungan tidak dibagikan secara full/penuh. Namun disisihkan sebagian untuk menambah modal kerja. contoh : laba yang dihasilkan 60 juta, mungkin hanya 50 % nya saja yaitu Rp. 30 juta yang di bagikan diantara pemegang saham berdasarkan persentase penyertaan modal mereka masing masing sedangkan sisa nya Rp. 30 juta  di tanamkan kembali ke bengkel tersebut utk menambah modal kerja mungkin untuk membeli perlengkapan/peralatan baru. Demikian juga apabila anda membeli saham perusahaan di bursa efek. Pada saat perusahaan tersebut membagikan deviden tersebut, maka anda akan mendapatkan bagian dari laba yang dibagikan tersebut berdasarkan persentase modal yang anda miliki di perusahaan tersebut. Laba/ keuntungan yang dibagikan perusahaan tersebut itulah yang di sebut Deviden.

Selain deviden, saham juga memberikan keuntungan berupa capital gain. Apa itu Capital Gain? dan apa itu Capital Loss?

Modal awal untuk mendirikan bengkel mobil tersebut adalah sebesar Rp. 500 juta dimana bagian penyertaan modal anda adalah Rp. 50 juta. Jika suatu saat anda membutuhkan uang tunai dan anda berencana menjual saham anda di bengkel tersebut ke orang lain, apakah anda tetap menjualnya sebesar Rp. 50 juta atau lebih dari Rp. 50 juta atau kurang dari Rp. 50 juta? Nah tentu banyak faktor yang akan mempengaruhi harga jual dari saham anda yang akan akan lego ke pihak lain tersebut. Salah satunya adalah  kinerja bengkel itu sendiri. Jika kinerja bengkel tersebut bagus, tentu anda bisa menjual modal/ kepemilikan anda kepada pihak lain dengan harga mahal bukan? mungkin saja anda menjualnya Rp. 80 juta sehingga anda memperoleh selisih sebesar Rp. 30 Juta yang berupa keuntungan bagi anda. Nah ini lah yang dinamakan Capital Gain. Begitu juga sebaliknya, jika begkel tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan, Setiap bulan hanya rugi, maka pastilah tidak ada orang/pihak yang ingin membeli kepemilikan modal anda tersebut jika anda ingin menjualnya ke pihak lain Walaupun ada, mungkin mereka bersedia membeli di bawah harga modal anda sebelumnya. Mungkin mereka cuma bersedia membeli seharga Rp. 30 juta sehigga anda memperoleh selisih Rp. 20 juta yang merupakan kerugian bagi anda. Nah itulah yang dinamakan capital loss. Karena itu dalam berinvestasi saham, anda juga mesti cukup jeli, manakah perusahaan yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik serta manakah perusahaan yang memiliki kinerja yang buruk. Selain itu juga perlu diperhatikan faktor2 lain seperti situasi dan kondisi politik, ekonomi, dan lain2.

OK, saya telah paham sekarang. Lalu bagaimana cara nya saya membeli saham tersebut? apakah dalam bentuk sertifikat/ warkat?

Kalau zaman dulu, memang perdagangan dilakukan dengan menyertakan sertifikat / warkat saham. Namun di era keterbukaan dan era teknologi dan informasi seperti sekarang ini, perdagangan saham dilakukan tanpa menyertakan sertifikat lagi alias sekarang perdagangan dilakukan tanpa warkat (Scripless Trading). Selain tidak praktis, perdagangan dengan sertifikat juga memiliki resiko seperti kehilangan, pencurian dan warkat/sertifikat tersebut rusak, sobek,dan sebagainya. Karena itu zaman sekarang transaksi jual beli saham dilakukan dengan cara menghubungi broker/pialang saham anda untuk melakukan beli/jual saham yang anda inginkan. Tentu anda membutuhkan Telepon maupun Handphone untuk menghubungi atau mengirimkan sms kepada pialang saham anda. Dan cara kedua yaitu dengan memanfaatkan fasilitas Online Trading. Dengan fasilitas online trading, anda akan dapat melakukan transaksi jual/beli saham melalui komputer/laptop maupun handphone/blcakberry yang terkoneksi dengan internet. Sekarang anda bisa dengan mudah memperoleh koneksi internet. Bisa dengan berlangganan internet, atau ke warnet atau juga ke tempat2 umum yang menyediakan fasilitas HotSpot Wifi.

Bayangkan anda sedang duduk di coffee shop seperti Starbucks Coffee atau anda sedang berada di Bali, menikmati keindahan pantai Kuta atau pantai Dreamland di Pecatu Indah Resort,  sambil mengetik laptop anda untuk melakukan transaksi saham. Nikmat dan menyenangkan sekali bukan? Anda tidak hanya menenteng dan menyalakan serta mengutak atik laptop anda untuk bermain jejaring sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, MySpace. Atau pun sekedar Chatting dengan menggunakan MIRC, Yahoo Messenger, Skype. Atau browsing maupun bermain game online. Namun anda bekerja dan menghasilkan uang dengan bertransaksi saham hanya melalui laptop pribadi anda. Bukankah hal tersebut lebih bermanfaat? Waktu anda yang terbuang tidak sia2 hanya untuk menulis komen di situs jejaring sosial atau mengupdate status maupun meng upload2 foto. Laptop maupun Blackberry yang anda beli juga tidak sia2 karena bisa dimanfaatkan untuk memberikan penghasilan bagi anda.

Saya telah membaca ratusan buku tentang investasi saham dan saya juga telah membaca di internet dan di forum forum online serta sering menghadiri seminar investasi. Apakah itu cukup ?

Ingat, belajar teori saja tidak cukup. Walaupun anda membaca ratusan buku tentang investasi pasar modal, namun tanpa anda mempraktekkannya sama sekali, itu sama dengan nol. Anda hanya melakukan hal yang sia sia. Ibarat orang belajar berenang. Apakah anda bisa pintar berenang hanya belajar dari buku tanpa anda mempraktekkannya langsung di kolam renang? Apakah anda pintar mengendarai sepeda atau pun mobil hanya dengan membaca dari buku manual nya saja tanpa pernah mempraktekkannya ?

Tetapi saya takut karena saya belum merasa siap untuk terjun. Saya takut menghadapi resiko. Ilmu saya masih kurang, dan sebagainya dan sebagainya…..bla….bla…bla….

Dalam kehidupan, setiap harinya kita selalu menghadapai resiko. Jika anda mengendarai sepeda motor di jalan atau mengendarai mobil, apakah anda pernah berpikir bahwa anda menghadapi resiko kecelakaan? Walaupun anda jalan kaki ataupun naik angkutan umum sekalipun,anda masih tetap saja menghadappi resiko bukan? Jika anda kebut2 an di jalan, tentu resiko kecelakaan yang anda hadapi lebih besar daripada jika anda jalan secara hati2 bukan? Memang anda akan sampai di tempat tujuan dengan lebih cepat namun resiko yang anda hadapi juga lebih besar bukan? Apakah dengan berdiam diri di rumah anda akan terhindar dari resiko kerugian ataupun resiko lain yang mengancam anda? Belum tentu. Lihat saja bencana Tsunami, Gempa Bumi, maupun Meletusnya Gunung Berapi. Lalu apa yang anda takutkan? Begitu juga dengan investasi Pasar Modal. Ada resiko yang bisa anda hindari atau minimalisir dan ada juga resiko yang di luar kuasa anda untuk menghindarinya. Jika anda menabung di bank, apakah ada jaminan tabungan anda akan aman? Bagaimana jika bank tersebut di likuidasi? Jika anda menyimpan uang di bawah tempat tidur anda, apakah ada jaminan 100 % kalau uang anda akan aman dari resiko pencurian?

“Jika anda serius ingin berbuat sesuatu,maka anda akan berusaha mencari jalan. Jika anda memang tidak berniat melakukan sesuatu, anda akan mencari cari alasan.”

Saya telah menemui banyak orang yang mewakili kalimat yang saya sebutkan di atas. Maaf jika anda salah satunya dan anda merasa sakit hati dengan kalimat dan pernyataan saya tersebut. Sebaiknya tidak perlu membuang buang waktu anda untuk membaca situs ini lebih lanjut apabila anda memang tidak serius dengan hal ini. Ini kehidupan anda. Jadi masa depan anda ada di tangan anda sendiri. Bukan di tangan saya. Bukan di tangan siapapun juga. Anda yang pegang kemudi. The Choice is Yours. So, Make Your Decision.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Sekolah Internet Indonesia

Rahasia Flip Klik Disini

Panduan Rahasia Dropshipping

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.