Archives

Powered by CMS Forex
free counters

PROPERTI

Bisnis dan investasi di bidang properti terdapat banyak bentuk usahanya. Anda bisa menawarkan produk atau jasa. Untuk jasa, anda bisa bergerak di perencanaan, pembangunan, manajemen operasional, pemasaran, perawatan, renovasi dan sebagainya. Jika anda mempunyai produk, anda bisa menyewakan atau menjualnya. Itu baru bentuk bisnis utamanya, belum lagi usaha-usaha lain yang terkait dengannya sangat banyak sekali. Investasi Properti merupakan Investasi Riil sedangkan Investasi dalam paper asset seperti saham merupakan Investasi Keuangan.

Real Estate Sector real estate Agen Properti

Saat ini, cukup banyak buku-buku dan seminar yang membahas mengenai bisnis dan investasi properti di bidang sewa-menyewa properti. Kelebihan investasi ini, kita menghasilkan uang dari properti tersebut tanpa kehilangan properti itu sendiri. Anda akan diajarkan bagaimana menentukan properti yang bagus, wilayah yang tepat, harga yang bagus atau ”hot deal”, cara pembiayaan, memasarkannya dan teknik-teknik lainnya. Keuntungan akan menjadi lebih bagus lagi jika menggunakan leverage/ daya ungkit dengan menggunakan modal orang lain, bisa berupa uang orang lain, keahlian orang lain atau tenaga orang lain. Sebagai referensi, anda bisa merujuk ke Dolf De Roos, penulis buku “Real Estate Riches”, salah satu advisor Robert T.Kiyosaki. Buku lainnya adalah “Real Estate 101? yang ditulis oleh Gary Eldred, advisor Trump University.

Untuk bisa sukses di investasi property, berikut ini ada 5 ketrampilan yang harus di miliki. Keempat ketrampilan ini bisa di asah terus menerus hingga semakin hari semakin mahir :

1. Kemampuan mencari property yang bagus

Untuk menemukan property yang bagus untuk investasi, seringkali di butuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain waktu juga perlu adanya suatu jaringan yang bisa membantu menemukan property yang baik, selain mencari sendiri. Bayangkan jika anda punay jaringan property yang terdiri katakana saja terdiri dari 10 orang yang saling mengupdate, maka anda anda akan mendapatkan info 10 kali lipat dari jika anda hanya mencari sendiri. Beberapa jaringan yang perlu di pertimbangkan: agen property, bank, makelar, agen asuransi, dsb.

2. Kemampuan menawar, negosiasi dan membeli property dengan harga yang bagus

Setelah berhasil menemukan property yang bagus untuk investasi property, maka ketrampilan berikutnya yang di perlukan adalah menawar, negosiasi dan membeli property tersebut. Kemampuan dan ketrampilan ini diperlukan untuk membeli property dengan harga terbaik, harga di bawah harga pasar.

3. Kemampuan mendanai property yang di beli

Setelah berhasil menawar, negosiasi dan membeli property, maka ketrampilan berikutnya adalah ketrampilan mendanai property. Ada berbagai cara untuk mendanai property: dana sendiri, dana orang lain, dana bank, dana dari beberapa orang, dsb. Kemampuan mengumpulkan dana akan membuat investasi berkembang tidak hanya sebatas kemampuan dana sendiri. Dengan memanfaatkan dana orang lain, besarnya investasi akan semakin berkembang, sehingga ada factor leverage di sini.

4. Ketampilan menyewakan property

Bagi yang ingin mengembangkan property dengan cara menyewakan property, maka ketrampilan yang di perlulan adalah ketrampilan untuk menyewakan property mulai dari mencari tenant, ketrampilan merenovasi property sehingga lebih menarik untuk di sewakan, dan kemampuan memajemen tenant.

5. Kemampuan menjual kembali property

Selain mendapatkan sewa property setiap bulannya, kemampuan atau ketrampilan lain yang di perlukan adalah kemampuan untuk menjual kembali property yang telah di beli. Ketrampilan untuk mencari pembeli, menarik pembeli, merenovasi supaya lebih menarik untuk di jual, ketrampilan untuk menjalin jaringan dengan para penjual atau pembeli property, dsb.

Untung Saat Membeli, Bukan Saat Menjual

Awalnya saya bingung nggak ngerti apa artinya ketika saya mendengar tentang judul di atas. Dikatakan di sana bahwa salah satu teknik atau strategi investasi di property adalah Untung saat membeli dan bukan saat menjual. Hal ini tidak lazim bagiku pada awalnya. Yang aku tau biasanya yang namanya jualan itu kita beli dulu, lalau kalau barang naik harganya kita jual, baru kita dapat untung. Kalau harga turun dan harga jual lebih kecil dari harga beli, maka yang terjaid adalah rugi. Sebagai contoh, kita membeli sebuah properti dengan harga Rp 500.000.000,-. Property tersebut di beli karena orang marketingnya mengatakan bahwa property tersebut di bangun di daerah di mana terdapat potensi akan kenaikan harga selama beberapa tahun ke depan. Menurut penjual, akan ada beberapa infrastruktur dibangun dekat tempat properti yang akan dibangun, seperti stasiun, mall, tempat hiburan, dsb. Pertama, hal ini adalah situasi yang sangat umum terjadi di mana orang membeli properti dengan harapan bahwa harga properti akan meningkat pada masa datang dan pembeli akan menghasilkan keuntungan dari penjualan property tersebut. Namun dalam kasus ini kita tidak menghasilkan uang ketika kita membeli, malahan kita mengeluarkan uang untuk uang muka. Ini hukum ekonomi yang saya pernah pelajari di sekolah. Tetapi sekarang saya mendapatkan satu hukum baru yang mengatakan untung saat beli dan bukan saat jual.

money house House House For Sale apartemen

Ini bukan yang pertama saya mendengar istilah tersebut, sudah kedua atau bahkan ketiga kali dalam suatu seminar tentang menjadi kaya dari property. Namun baru kali ini saya mengerti dari maksud kata kata tersebut. Hal mengingatkan saya tentang apa yang saya dengar sebelumnya. Selain itu, transaksi semacam ini memiliki faktor spekulasi daripada investasi sendiri. Jadi bagaimana itu, dapat kita benar-benar menghasilkan uang ketika kita membeli dan bukan ketika kita menjual?

Salah satu ide sederhana yang dapat menjelaskan bahwa adalah ketika kita membeli properti di bawah nilai pasar atau market value (MV). Sebagai contoh, di daerah tertentu, apartemen 2 kamar tidur biasanya akan bernilai Rp 400.000.000,- Sekarang, ada penjual di wilayah tersebut yang sedang tertimpa masalah berat dan benar-benar membutuhkan uang cepat dan ingin menjual properti mereka. Karena orang tersebut ingin menjual properti cepat, dia bersedia untuk menjual properti seharga Rp 350.000.000,-. Sekarang, seorang investor yang melihat peluang tersebut, dengan cepat mengambil kesempatan dan membeli properti itu. Dalam hal ini, investor membeli properti seniali Rp. 400.000.000,- dengan harga Rp 350.000.000,-. Dalam transaksi ini, investor telah membuat keuntungan di atas kertas sebesar Rp. 50.000.000,-. Investor tersebut dapat menjual rumah tersebut segera atau bahkan ketika dalam proses pembelian rumah tersebut sehingga ketika terjadi transaksi pembelian sekaligus bisa terjadi transaksi penjualan yang menghasilan keuntungan bagi investor. Ini adalah ide yang sangat sederhana tentang bagaimana menjadi kaya di bidang properti, membeli properti di bawah nilai pasar, dan membuat uang ketika kita membeli bukan ketika kami jual.

Sebenarnya hal ini juga sejalan dengan prinsip prinsip investasi lain yang pernah saya dengar. Misalnya, orang yang ber investasi di saham, ada yang menggunakan teknik atau strategi ini, mencari saham yang nilainya di bawah harga valuation. Nah tentu valuation di sini beda dengan valuationnya property. Namun secara prinsip sama, bahwa untung saat membeli, bukan saat menjual berarti mendapatkan suatu deal dengan harga deal di bawah harga pasar.

Siklus Harga Properti

Seperti layaknya pasar saham, pasar property juga mengalami yang namanya siklus. Kalau di dunia pasar saham, ada yang mengatakan siklus saham bisa berulang dalam jangka sekian tahun, maka di property mungkin lebih tidak bisa ditebak.

Salah satu pakar di dunia saham maupun ekonomi juga pernah mengatakan bahwa kita tidak akan pernah tau kapan market akan mencapai puncak atau market akan mencapai titik terendah, namun kita bisa tau bahwa kapan saatnya market akan berubah arah.

Untuk property, baiklah kita mengenal beberapa siklus yang ada seperti apa. Ada yang mengkategorikan siklus property menjadi 3 bagian: Boom – Slum – Recovery, ada juga teori lain yang kenal dengan nama “ The Garisson Cycle” di mana siklus property di bagi dalam empat tahap: Equilibrum – Decline – Absorbsion – Expansion. Dan mungkin saja masih ada kategori lain yang mau menggambarkan siklus property terjadi.

Bagaimanapun dan siapapun yang mau menggambarkan siklus property ini, namun semua pesannya sama. Jika kita berinvestasi pada saat tepat dan exit (keluar) pada saat yang tepat, maka kita akan mendapatkan untung yang jauh lebih besar dari pada investasi di property dan hold property itu kini dan sepanjang segala masa. Strategi buy and hold forever tidak akan mendapatkan keuntungan yang optimal, meskipun secara umum buy and hold property akan masih tetap memberikan keuntungan.

Dengan mengenali siklus property, maka kita dapat memanfaatkan siklus property untuk mengoptimalkan investasi di property kita. Dengan menggunakan pengetahuan ini maka kita dapat berinvestasi dengan lebih baik dan optimal. Berinvestasi pada saat yang tepat dan keluar pada saat yang tepat pula.

Menjadi Kaya dari Investasi Properti

Ada banyak cara menjadi kaya melalui investasi. Salah satu alat investasi adalah investasi properti. Ada banyak alat-alat lain seperti saham, emas, komoditi, forex, dll Tapi sekarang pertanyaannya adalah mengapa kita perlu berinvestasi di properti?

Sebelum kita mempelajari mengapa kita perlu berinvestasi di properti, kita perlu mengetahui dan menyadasi dari sebuah research yang mengatakan bahwa menurut sebuah survey oleh The Straits Times, 90% dari semua jutawan menjadi jutawan secara langsung atau tidak langsung melalui properti.

Investasi dalam properti merupakan cara pasti, meski rada lambat untuk menjadi kaya. Banyak orang telah menjadi kaya melalui investasi properti dengan terus tekun di dalam bidang itu. Anda tidak perlu memiliki banyak uang untuk memulai investasi di properti. Karena kekuatan leverage, anda dapat membeli properti dengan menggunakan uang orang lain. Ide dasar dari investasi properti adalah bahwa semakin sedikit uang yang anda kleuarkan untuk membeli properti, semakin besar peluang anda untuk mgnhasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari investasi anda. Untuk lebih memahami kekuatan dari leverage, mari kita bandingkan berinvestasi di properti dengan investasi dalam saham.

Kekuatan dari Leverage: Properti Vs Saham

Dengan investasi Rp 100 juta saham, anda akan mempunyai kendalai senilai RP100 juta dari saham anda. BIla terjadi 10% kenaikan harga Saham anda, maka anda akan menghasilkan 10% laba dalam investasi Anda (yakni Rp 10 juta) sedangkan 100% kenaikan harga saham Anda akan menghasilkan 100% peningkatan investasi Anda (yaitu Rp 100 juta). Sebaliknya, dengan berinvestasi di properti senilai Rp 100 juta anda tidak perlu mengelurakan uang sebesar RP 100 juta karena anda dapat mengajukan permohonan pinjaman dari bank untuk membiayai sebagian besar pembelian Anda. Biasanya bank akan memberikan 70% hingga 90% pinjaman pembiayaan untuk membantu anda dalam pembelian properti Anda. Oleh karena itu, dengan berinvestasi hanya Rp 10 Juta rupiah dari uang Anda, anda bisa membeli property senilai rp 100 juta properti di mana 90% dari harga properti yang dibiayai oleh bank. Jika ternjadi kenaikan harga 10% dari harga properti (yaitu Rp 10 juta) akan sudah menghasilkan 100% kenaikan investasi Anda. Bukankah akan lebih mudah bagi sebuah properti untuk meningkatkan hanya 10% dibandingkan dengan harga ekuitas dua kali lipat sebelum Anda membuat 100% laba atas investasi Anda? Itulah kekuatan dari leverage di investasi property.

 

Capital Appreciation (Kenaikan Harga Properti) Vs Cash Flow (Arus Uang Sewa)

Untuk bisa di katakan menjadi sukses dalam investasi properti, anda perlu menghasilkan keuntungan dari kenaikan harga property yang cukup besar atau anda harus menghasilkan keuntungan dari penyewaan yang rutin yang melebihi pembiayaan yan di perlukan setiap bulannya. Jika Anda lebih memilih untuk membeli dan menjual properti saja, maka Anda akan perlu untuk memiliki cukup modal dan kemampuan untuk bertahan memenuhi kewajiban pinjaman bulanan kepada institusi pinjaman (dalam hal ini adalah bank, untuk properti yang dibiayai melalui pinjaman bank) sebelum akhirnya menjual properti dengan suatu keuntungan yang diinginkan. Pilihan umum lainnya untuk sebagian besar investor properti akan memulai untuk menyewakan properti mereka untuk membayar baik penyewa yang membantu mereka untuk memenuhi angsuran bulanan bank, maupun biaya biaya yang muncul tiap bulannya. Pastikan bahwa anda menerima sewa bulanan dari penyewa lebih daripada cicilan bank bulanan untuk menikmati cash flow bulanan positif.

Setelah Anda berhasil menyewakan properti Anda, ulangi kesuksesan anda dengan proses yang sama untuk membangun portofolio properti anda dan mulai menikmati passive income sembari membiarkan properti anda bertumbuh harganya dari waktu ke waktu untuk membuat keuntungan yang baik di masa datang apabila anda memutuskan untuk menjualnya di masa datang. Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk menjadi tuan tanah baik agar sukses untuk menjadi investor properti. Perlu anda ingat bahwa tenant andalah yang membiayai pinjaman bank anda dan biaya biaya lainnya dan ini pada akhirnya akan membuat anda kaya dalam jangka panjang.

Empat Cara Menjadi Kaya dari Properti

Ada beberapa cara untuk menjadi kaya dari property, paling tidak ada empat cara untuk menjadi kaya dari property:

1. Spekulasi

Percaya atau tidak, hampir sebagian besar orang yang membeli properti adalah dengan cara berspekulasi. Biasanya adalah mereka yang membeli property baru dan belum ada bandingan harga di sekitarnya. Atau mereka yang membeli property tanpa mempertimbangkan harga pasar property di daerah tersebut. Kenapa disebut spekulasi, karena sebenernya orang ini hanya mengharapakan harga property yang akan naik seiring dengan waktu, seiring dengan jadinya infrastruktur di daerah tersebut, dsb. Meskipun hal ini di sebut spekulasi, namun masih ada kemungkinan mereka akan mendapatkan untung dari property, yaitu jika ternyata harga property memang naik seperti yang di “harapkan”. Memeli property dengan cara ini mempunyai resiko bahwa jika yang di harapkan salah, maka orang itu bisa terjebak di sana sehingga tidak bisa bergerak lagi untuk berinvestasi di tempat lain, terutama jika dana yang dimiliki sangat pas pas an.

2. Menjadi Pedagang

Menjadi pedagang berebda dengan berspekulasi. Kalau berspekulasi hanya bermodal harapan atau angan angan bahwa property akan naik, maka pedagang selangkah lebih maju, yaitu dengan melakukan perhitungan harga property di daerah tersebut. Bisa saja pedagang ini membeli property yang sudah jadi maupun yang baru jadi dan di pasarkan, namun dia sudah melakukan survey dan tau persis bahwa harga jual property tersebut di bawah harga rata rata property di daerah tersebut. Dengan demikian, jika orang itu menjula saja property tersebut dengan harga rata rata property di daerah itu, maka ia sudah untung. Cara ini biasanya lebih baik dari spekulasi, namun juga harus jeli dengan lokasi property yang akan di beli. Bisa saja dia membeli property dengan harga yang jauh di bawah pasar, namun karena lokasi tidak bagus maka susah juga menjual kembali property tersebut.

 

3. Menjadi Investor Property

Berbeda lagi dengan spekulan atau pedagang, investor property menjadi kaya dari property tidak hanya dari keuntungan ketika jual propertynya, tetapi juga mendapatkan kekayaan dari hasil sewa property. Jadi ini merupakan suatu kombinasi antara sewa untuk menghasilkan cash flow dan juga untung (capital gain) ketika jual property nya. Untuk menjadi investor belum tentu harus memakai uang sendiri. Ada empat cara untuk menjadi investor property:

a) Investor pasif di mana investor hanya mengeluarkan dana tetapi tidak mencarinay sendiri karena tidak punay kemampuan atau ilmu property nya.
b) Kebalikan dari di atas yaitu investor yang berinvestasi di property dengan dana orang lain, misalnya saudara, teman atau investor property seperti no 1 di atas.
c) Investor yang punya ilmu, dan punya dana sendiri untuk diinvestasikan
d) Investor yang punya ilmu, punya dana sendiri untuk di investasikan dan ditambah dana orang lain

4. Menjadi Agen Properti

Jangan salah, penghasilan agen property rata rata di atas penghasilan kerja kantoran. Mereka mendapatkan keuntungan dari komisi penjualan maupun pembeli properti. Biasanya orang menjadi agen untuk belajar menjual dan mengenal property. Ada yang keterusan karena memang senang menjadi agen property dan banyak komisinya, namun ada yang setelah sekian lama mengenal dunia property dan sudah cukup punya banyak modal akhirnya berpindah menjadi investor property.

Sangat mudah untuk menjadi agen property. Terutama di Indonesia, siapa pun bisa memulai bisnis ini menjadi marketing associate untuk beberapa bulan atau 1-2 tahun. Setelah menguasai ilmunya, maka mereka mendirikan property agen sendiri. Atau dengan cara kedua, yakni langsung memulai bisnis property agen sendiri dengan cara mencari rumah yang akan dijual dan anda menawarkan kepada pemiliknya untuk membantu menjualnya.

Nasehat dalam Berinvestasi Properti

Bagi mereka yang telah mencari sarana investasi yang terbaik sepanjang hidup Anda, saya yakin investasi property merupakan salah satu pilihan favofit kendaraan investasi terbaik. Di samping kita membutuhkan kendaraan yang tepat, kita juga memerlukan nasihat yang tepat. Meskipun ada banyak saran atau nasehat yang tersedia di berbagai sumber, mendapatkan nasehat terbaik berarti mendapatkan saran yang paling cocok bagi setiap individu yang mungkin berbeda satu sama yang lain. Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda, karakter investasi, dan tujuan yang benar-benar spesifik.

Walaupun tidak ada saran yang 100% cocok untuk setiap orang, di bawah ini adalah saran-saran umum dalam investasi properti yang bisa diadopsi oleh masing-masing individu dan menerapkannya sesuai dengan kecocokan masing masing:

Saran # 1: Keputusan ada di tangan Anda

Ada banyak sumber saran di luar sana, buku, internet, tentu saja dan bahkan mentor Anda. Tetapi pada akhirnya Anda perlu memahami bahwa Andalah sang pengambil keputusan. Anda hendaknya membuat keputusan berdasarkan tujuan yang telah anda tetapkan dan itu bisa berbeda dengan tujuan orang lain tetapkan, bahkan mentor anda sekalipun. Tetap teguh pada tujuan anda, dan jangan mudah terpengaruh pada omongan di sekitar anda.


Saran # 2: Tujuan Jangka Panjang Vs
Tujuan Jangka Pendek

Tetapkan tujuan Anda spesifik dan realistis. Secara umum investasi properti adalah investasi jangka menegah atau lebih ke arah jangka panjang. Jika tujuan Anda investasi di property adalah jangka tujuan pendek, berhati-hatilah dalam memilih properti Anda, karena Anda bisa terjebak ketika segala sesuatu tampak tidak bergerak ketika anda akan menjualnya. Ketika tidak terjadi perubahan harga yang anda inginkan sementara anda sudah terlanjur masuk dalam investasi yang jumlahnya cukup besar. Maka benar benar petimbangkan jangka menengah atau jangka panjang. Apakah anda masih bisa bergerak seandainya properti anda tersebut belum terjual sesuai dengan rencana?


Saran # 3: Research, Research, Research

Pastikan bahwa Anda telah melakukan research sebelum Anda membuat keputusan pada properti yang Anda inginkan. Saat ini, ada banyak cara dalam melakukan research pada properti yang kita inginkan; Internet, agen, kunjungan lapangan, tetangga, penyewa, investor yang sama, dll Begitu banyak sumber informasi yang bisa di dapat. Dapatkan sebanyak mungkin untuk membuat pertimbangan yang lengkap sebelum anda membuat keputusan. Hal ini khususnya bagi investor pemula di mana tidak ada banyak pengalaman dan masih tidak terlalu yakin pada jenis investasi properti yang sesuai dengan dirinya. Cara terbaik dalam melakukan research ini adalah datang untuk mengunjungi lokasi dan daerah sekitarnya dan kemudian didukung oleh semua informasi dari internet, agen, teman, dll

Saran # 4: Kredibilitas Penjual atau Agen

Penting untuk mengecek kredibilitas penjual. Perlu anda cek apakah si penjual memiliki kredibilitas yang kurang baik. Anda tentu tidak mau terjebak pada masalah setelah melakukan pembelian property tersebut. Karena itu penting untuk mengetahui siapa penjual dan juga agen, jika yang menjual adalah agen property. Dalam situasi itu, dianjurkan bahwa Anda hanya akan sangat penjual yang terpercaya. Anda bisa meminta rekomendasi teman, atau mencari sumber informasi lain.

Saran # 5: Kredibilitas Developer (Pengembang)

Sama seperti penjual, kredibilitas pengembang juga sangat penting. Pengembang yang kredibel biasanya memberikan kualitas yang sangat baik dari segi material, bangunan, pemeliharaan dan juga jangka waktu pembangunan. Di beberapa negara, hanya pengembang yang baik yang dapat membangun unit tepat waktu dan sementara pengembang yang kurang kredibel terus mengalami penundaan dalam memenuhi target serah terima properti. Peringkat Pengembang dapat digunakan sebagai salah satu ukuran kredibilitas dari pengembang. Di beberapa Negara, ada istilah grade A, Grade B, Grade C, dan seterusnya. Semakin bagus kredibilitas pengenbang, semakin baik kemungkinan property yang akan anda beli.

Saran # 6: Jalin Hubungan dengan Tenant (Penghuni), atau mantan Pembeli Properti tersebut

Salah satu sumber informasi terbaik adalah penghuni, penyewa atau mantan klien itu sendiri. Orang-orang tersebut akan mampu memberikan umpan balik yang objektif pada situasi tentang fasilitas, pemeliharaan, keamanan, aksesibilitas, dll. Sedangkan informasi dari penjual atau pengembang biasanya akan sedikit bias, dan Anda mungkin ingin menaruh beberapa diskon pada informasi yang diberikan.

Saran # 8 Penampilan Fisik Properti Vs Potensial Nilai Properti

Sangat sering investor pemula membeli properti karena penampilan fisik lebih daripada nilai potensi properti itu. Ingat Anda berinvestasi dalam properti dan seseorang mungkin perlu untuk tinggal di situ atau membeli properti di kemudian hari. Jangan hanya mempertimbangkan penampilan fisik yang menarik bai anda tetapi juga ingat untuk mempertimbangkan apa yang diinginkan atau kebutuhan pembeli id mereka mau menyewa atau membeli properti.

Saran # 9: Jangan over-stretch

Kontrol kemampuan keuangan Anda. Jangan terlalu berlebihan dalam komitmen keuangan dalam property anda. Anda tahu kapan waktu untuk berhenti berinvestasi, dan kapan waktu yang Anda masih bisa terus melakukannya. Ingat investasi properti lebih untuk jangka panjang. Jika anda membuat keputusan yang terburu buru dan anda salah, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan investasi Anda. Jalani perlahan-lahan namun pasti, melakukan penelitian yang memadai, satu per satu, dan tidak komitemen terlalu berlebihan.

Saran # 10: Asuransi

Pastikan untuk melindungi asset Anda dengan asuransi. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada Anda di masa depan. Dengan membeli asuransi untuk property, maka hal itu akan melindungi anda dari kondisi yang tidak pasti yang bisa terjadi pada anda dan properti anda.

Kesalahan yang Perlu Dihindari pada saat Membeli Properti

Sebelum mulai membeli properti investasi disarankan untuk mempertimbangkan 3 kesalahan umum dalam membeli properti untuk investasi supaya bisa terhindar dari kesalahan yang tidak perlu terjadi.

1. Membeli properti tidak produktif

Sangat sering orang membeli properti berdasarkan apa yang terlihat sewaktu penjual menawarkan property tersebut. Sering pembeli terkesan dengan desain properti, aksesoris dan semua hal baik yang dikatakan si penjual. Tetapi seringkali, pembeli tidak melihat potensi dari demand untuk properti, baik untuk sewa maupun demand untuk beli. Jika ini terjadi, property yang di beli hanya akan duduk diam tidak menghasilkan sewa dan minta dari pembeli pun tidak ada atau jarang. Dengan demikian pembeli hanya mengharapkan property naik dan menungu aka nada demand untuk property tersebut di masa datang. Hal ini sudah satu kesalahan pertama, karena kita membeli tanpa ada gambaran proyeksi kedepannya, dan memulu hanya berharap bahwa di masa dating property akan naik dan terjual atau tersewa.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami proespek daripada properti itu di masa datang dan bukan sekadar melihat penampilan yang wah dari property itu. Termasuk hal hal yang perlu dipertimbagkan adalah: (1) bagaimana rencana pembangunan infrastruktur yang akan dibangun di sekitar daerah property tersebut misalnya jalan, jembatan, lapangan terbang, dsb (2) apakah ada perkembangan masa depan yang akan mempengaruhi harga properti di daerah itu seperti kemungkinan property yang akan tertutup pemandangannya oleh rencana pembanungan di masa dating (3) bagaimana rencana pengembangan kota arah – ke arah daerah ini pindah dari area ini, dst dst. Jadi kesalahan pertama adalah membeli properti dan hanya berharap bahwa harga properti akan naik tanpa benar-benar belajar mempertimbangkan bagaimana masa depan pengembangan potensi daerah sekitar property tersebut.

2. Over-Committed

Dianjurkan untuk membeli properti perlahan-lahan tapi pasti. Juga disarankan untuk mempertimbangkan kemungkinan kemungkinan seperti apa yang terjadi jika penyewa berhenti menyewa property anda, apakah Anda masih mampu membayar cicilan dari property tiap bulan tanpa ada uang sewa dari properti? Rekomendasi umum untuk hal ini biasanya disarankan untuk memiliki sekurang-kurangnya 3-6 bulan angsuran bulanan siap untuk mempersiapkan jika Anda kehilangan pekerjaan Anda atau penyewa meninggalkan tempat itu. Dalam hal ini, selalu pastikan bahwa Anda dapat menangani keuangan dalam situasi yang sangat buruk sekalipun dan jangan biarkan anda mejadi over-committed ketika terjadi situasi situasi seperti yang di atas.

3. Tidak Sabar dan berharap untuk cepat untung dari properti

Perlu diingat, investasi properti lebih adalah investasi yang bersifat jangka mengengah ke panjang. Dan untuk investasi dalam jangka pendek, biasanya akan di disebut spekulasi lebih daripada investasi. Kita perlu berhati-hati dan bersabar untuk benar-benar berhasil dalam investasi properti. Tidak ada rumus kaya cepat dan mendadak dalam hal ini, tapi lambat tapi pasti cara untuk menjadi kaya di properti.